Senin, Pendaftaran PPDB SMA/SMK Masih Terapkan Luring dan Daring

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021/2022 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di provinsi Lampung masih digelar dengan dua metode, dalam jaringan (daring) dan di luar jaringan (luring). Total kuota penerimaan SMA/SMK di Lampung tahun ini sejumlah 78.482 siswa.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Tommy Efra Handarta pada Jumat (11/6).

“Benar, pelaksanaannya sebagian besar dilakukan daring tapi ada yang digelar luring. Namun untuk SMK yang akan melaksanakan pendaftaran secara daring hanya di Kota saja, Bandarlampung dan Metro,” beber Tommy, yang ditemui di Ruang Kerjanya.

Tommy menyebutkan, hal tersebut merupakan kesepakatan yang dibuat untuk mempermudah pelaksanaan PPDB SMK. Mengingat, SMK mewajibkan tes khusus bagi calon siswa.

“PPDB SMK ada dua tahap, mereka ada daring dan saat penetapan uji kompetensi. Mereka (siswa dan guru) tetap harus ketemu jadi harus tetap luring. Jadi teman-teman kabupaten mempersingkat dengan menetapkan pendaftaran dan tes dilakukan luring. Karena ditakutkan berbagai kendala, terutama di kabupaten sinyal yang susah,” katanya.

Sementara jika di Kota, baik di Bandarlampung dan Metro, dianggap lebih lengkap dalam infrastruktur. Sehingga pelaksanaan bisa dilakukan daring.

Baca Juga:   Gelombang Pertama, UIN RL Terima 1.007 Peserta Jalur Mandiri

Dalam PPDB 2021 tahun ini, total kuota penerimaan siswa SMA/SMK di Lampung mencapai 48607 siswa yang dibagi menjadi 4 jalur masuk. Jumlah ini terdiri dari jurusan IPA sebanyak 25721 siswa, IPS 22816 siswa dan jurusan Bahasa 70 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 135 SMA/SMK yang melaksanakan PPDB secara daring dan 102 sekolah yang menggelar luring.

Kemudian untuk pendaftar SMK total kuota sebanyak 29875 siswa, dari total 13 sekolah yang menggelar pendaftaran secara daring dan 98 sekolah menggelar luring.

Pelaksanaan PPDB SMA/SMK sendiri mulai pada pendaftaran 14-17 Juni, Proses Seleksi Real Time pada 14-17 Juni, Verifikasi Faktual Berkas pada 18-22 Juni, Pendaftaran Ulang pada 23-24 Juni, Masuk MPLS X pada 7-9 Juli, Hari Pertama Sekolah pada 12 Juli.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) provinsi Lampung, Moh. Edy Harjito mengatakan terdapat perbedaan jalur pendaftaran antara PPDB SMA dengan PPDB SMK.

“Untuk SMA ada jalur zonasi, jalur afirmasi, perpindahan orang tua, dan jalur prestasi baik akademik dan non akademik. Sementara PPDB SMK hanya satu jalur umum,” beber Edy.

Baca Juga:   September, Penetapan Direktur Polinela

Dalam pelaksanaannya, untuk pendaftaran yang dilakukan daring melalui website https://lampung.siap-ppdb.com/#/ hanya untuk SMK di Metro dan Bandarlampung. Ada sebanyak 9 SMKN di Bandarlampung dan 4 SMKN di Metro.

“Iya karena beberapa alasan, termasuk soal sinyal. Untuk pendaftaran PPDB dilakukan secara luring. Ini untuk mempermudah pelaksanaan di daerah,” tambahnya.

Untuk diketahui, dari 135 SMA yang melakukan PPDB secara daring masing-masing memiliki kuota mulai jalur zonasi sebanyak 18401 siswa, jalur perpindahan tugas orang tua 1767 siswa, prestasi akademik sebanyak 5476 siswa, prestasi non akademik 5476 siswa dan afirmasi 5544 siswa.

Sementara SMK yang menggelar PPDB secara daring memiliki total kuota 6043 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari SMKN 1 Bandarlampung 468 siswa, SMKN 2 Bandarlampung 720 siswa, SMKN 3 Bandarlampung 432 siswa, SMKN 4 Bandarlampung 648 siswa, SMKN 5 Bandarlampung 540 siswa, SMKN 6 Bandarlampung 432 siswa, SMKN 7 Bandarlampung 468 siswa, SMKN 8 Bandarlampung 432 siswa, SMKN 9 Bandarlampung 144 siswa.

Kemudian, SMKN 1 Metro 480 siswa, SMKN 2 Metro 608 siswa, SMKN 3 Metro 455 siswa, dan SMKN 4 Metro 216 siswa. (rma/yud)




  • Bagikan