Sepakat Bentuk Forum CSR, Tapi…

  • Bagikan
Perwakilan pelaku usaha saat diskusi dalam forum silaturahmi dengan Pemkab Pesawaran di Pantai Sari Ringgung, Rabu (24/7). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Pelaku usaha di zona tiga (Timur) mendukung rencana Pemkab Pesawaran untuk membentuk forum corporate social responsibility (CSR). Namun sejumlah catatan diberikan kepada pemerintah untuk dapat diakomodir.

Di antaranya memberikan kemudahan dalam mengurus perizinan, memberikan win win solution dalam program CSR, dan adanya persamaan persepsi jajaran pemerintah di tingkat bawah, terkait rekomendasi perizinan

Salah satunya disampaikan perwakilan dari PT Indocom Ari Kukuh. ”Saya sangat mendukung apa yang menjadi harapan pemerintah daerah,” kata Ari.

Hal sama disampaikan perwakilan dari Tegal Mas Soleh. Pada prinsipnya, pihaknya sangat mendukung wadah bagi pengusaha untuk mengkoordinir program CSR. ”Untuk program CSR, kami sudah melakukan itu di wilayah sekitar (usaha) kami. Kami juga mendukung pemerintah membentuk forum CSR. Tentuya kami sebagai pelaku usaha meginginkan apa yang kita lakukan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Selain itu, koordinasi juga diperlukan antara pelaku usaha wisata dengan pemerintah. Seperti pelayanan kepada pengunjung wisata, sehingga rasa nyaman dapat dirasakan oleh wisatawan.

Sementara owner Villa Gardenia Lisa Silawati menuturkan, perlu adanya pemikiran yang sama antara bupati hingga jajaran pemerintah di tingkat bawah. Kemudian bagaimana pariwisata di Pesawaran tidak hanya menjual keindahan pemandangan. Melainkan juga melestarikan kearifan lokal, khususnya budaya Lampung.

“Sebagai pengusaha, tidak terlepas dari cashflow. Kami juga memperhitungkan biaya tenaga kerja dan operasional. Termasuk kemudahan  pengurusan perizinan. Kami juga menginginkan agar aman dan nyaman dalam menjalankan usaha. Kemudian alangkah lebih baiknya menonjolkan kearifan lokal khususnya budaya Lampung,” pungkasnya.

Terkait masukan tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, saat ini jajarannya terus membenahi proses perizinan. “Seperti kantor perizinan satu pintu. Saat ini belum memiliki kantor yang represntatif. Selain itu dari segi sistem juga sudah berbasis IT,” sebut dia.

Pemkab Pesawaran juga terus berupaya membangun akses pariwisata, infrastruktur, pelayanan dan fasilitasnya. Seperti dermaga yang sedang diupayakan sehingga polanya tersistem dengan baik, termasuk terminal pioneer. (ozi/ais)




  • Bagikan