Sepanjang 2016 – 2017, Gilang Stor Fee Proyek Rp1,2 Miliar

  • Bagikan
Gilang Ramadhan menjadi saksi di persidangan terdakwa Zainudin Hasan, Senin (21/1). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebanyak tujuh saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di persidangan terdakwa suap fee proyek infrastruktur Lampung Selatan (Lamsel) Zainudin Hasan, Senin (21/1).

Tujuh saksi yang dihadirkan yaitu, Gilang Ramadhan selaku terpidana suap fee proyek Lamsel; Nusantara, Barja Rudia Ulil Albab, dan Farhan Wahyudi Intama yang ketiganya merupakan karyawan PT Prabu Sungai Andalas; Rahmad Hidayat (supir Syahroni), Eka Apriyanto (sopir Syahroni), dan Yoga Swara (Komisaris PT 9 Naga).

Dalam kesaksiannya, Gilang membeberkan kali pertama ikut dalam proyek infrastruktur Lamsel tahun 2016. Dirinya diajak Syahroni yang dulu masih menjabat Kasubag Keuangan Dinas PUPR Lamsel.

“Waktu itu saya belum mempunyai perusahaan, dan kebetulan saya kenal dengan Syahroni dari saudaranya. Saat itu Syahroni menawarkan pekerjaan proyek perbaikan jalan, dan saya mengiyakan,” aku Gilang di hadapan Ketua Majelis Hakim Mien Trisnawati.

Baca Juga:   Curi Pohon Dari Hutan Lindung, 9 Warga Melinting Diamankan Polisi

Setelah deal terkait proyek pekerjaan itu, ia pun diminta uang muka oleh Syaroni sebesar Rp300 juta. “Katanya untuk syarat proyek. Saya menyerahkan ke Syahroni langsung dan di tahun 2016 dapat pekerjaan satu atau dua paket senilai Rp4,5 miliar,” jelasnya.

Lalu, Mien menanyakan terkait uang Rp300 juta yang diserahkan ke Syahroni  untuk apa. Gilang menjawab tidak tahu dan menurutnya hal itu sudah biasa. “Setelah saya mendapatkan pekerjaan itu, seingat saya setelah selesai Syahroni kembali memanggil saya dan mempertemukan dengan Hermansyah Hamidi (Kadis Dinas PUPR) dan bilang kepada saya mereka minta fee sebesar 20 persen untuk paket pekerjaan di tahun 2017 dan saya menyanggupkan,” jelasnya.

Baca Juga:   Positif Covid-19 di Tanggamus Tambah 66 Kasus, Empat Meninggal Dunia

Dan, setelah deal dan mendapatkan proyek, Gilang menyerahkan uang lagi sebesar Rp900 juta ke Syahroni untuk diserahkannya lagi ke Hermansyah. “Seingat saya di awal pekerjaan proyek, saya memberikan uang sebesar Rp300 juta di tahun 2016 dan akhir pekerjaan menyerahkan lagi Rp900 juta. Total di tahun 2016 ke 2017 sebesar Rp1,2 miliar,” tandasnya. (ang/sur)




  • Bagikan