Sepanjang 2021, Ada 2.197.258,9 Ton Timbulan Sampah di Lampung

  • Bagikan
Kegiatan Acara Aksi Bersih – Bersih Pantai Ancol Gen, Kota Bandarlampung yang digelar DLH Provinsi Lampung dan mitra terkait pada Sabtu (27/11). Foto DLH for Radar Lampung
Kegiatan Acara Aksi Bersih – Bersih Pantai Ancol Gen, Kota Bandarlampung yang digelar DLH Provinsi Lampung dan mitra terkait pada Sabtu (27/11). Foto DLH for Radar Lampung

Sepanjang 2021, Ada 2.197.258,9 Ton Timbulan Sampah di Lampung

radarlampung.co.id-Dinas Lingkungan Hidup mencatat sepanjang 2021 ada 2.197.258,9 ton timbulan sampah yang dihasilkan di Provinsi Lampung. Diperkirakan sampai 2025 mendatang, timbulan sampah bahkan mencapai 2.279.498,5 ton per tahun pada 2025 mendatang.



Untuk itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung Murni Rizal menyebut perlunya ada tindakan yang dilakukan masyarakat. Terutama dalam menekan angka timbulan sampah ini.

“Karena dari total timbulan sampah tersebut, diperkirakan ada 58,9% merupakan sampau organik yang sebenarnya potensial untuk di kelola menjadi eco enzim, kompos, bahkan sumber pakan untuk maggot,” ungkapnya yang ditemui Sabtu (27/11) dalam kegiatan Aksi Bersih – Bersih Pantai Ancol Gen, Kota Bandarlampung.

Selain itu, dari total timbulan sampah Yang ada ini 9,5% nya berupa sampah kertas, termasuk kardus yang sebenarnya dapat didaur ulang. Sementara ada 24,7% merupakan sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis jika dilakukan daur ulang.

“Dari data tahun 2020 ada 19695 ton sampah yang masuk ke Teluk Lampung. Mahal ini maka Pemprov Lampung hari ini melakukan kegiatan bersih-bersih di pesisir Kabupaten Pesawaran, Tanggamus, Lampung Timur, kabupaten Pesisir Barat, dan Lampung Selatan. DLH tidak hanya sendiri tapi mengajak berbagai mitra kerja terkait,” tambahnya.

Kepedulian terhadap sampah ini harus digabungkan agar resonansinya dapat tercapai di seluruh lapisan masyarakat. Karena dengan pengelolaan sampah ini juga dapat meningkatkan perekonomian dengan melakukan pengolahan sampah sesuai dengan peruntukannya.

“Makalah pengelolaan sampah di provinsi Lampung selain harus menjamin kesehatan masyarakat dan aman bagi lingkungan juga harus dapat memberikan nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (rma/yud)






  • Bagikan