Serapan Bulog Lebihi Target, Ini Data 2016-2018


Radarlampung.co.id ㅡ Bulog Drive Lampung mencatat jumlah realisasi serapan setara beras pada tahun 2016, mencapai 138.570.025 kg atau sekitar 138 ribu ton. Jumlah tersebut telah melebihi dari target yang ditentukan yakni sebesar 115 ribu ton per tahun.

Namun, jumlah serapan tersebut menurun di tahun 2017 yakni hanya sebanyak 89.128.010 kg atau sekitar 89 ribu ton. Kepala Seksi Sekertariat Umum dan Humas Bulog Rafki Ismael mengatakan, capaian target tersebut dipengaruhi banyak faktor. Diantaranya iklim, kualitas, dan harga.





“Terutama itu iklim dan serangan hama yang memang berpengaruh, serta sulit untuk diprediksi,” katanya, Kamis (18/10).

Sedang berdasarkan data per 18 Oktober 2018, jumlah serapan saat ini mencapai 79.683.200 kg atau sekitar 79 ribu ton. Dia mengatakan, jika dibanding dengan target 115 ribu ton yang ditentukan, jumlah serapan tahun 2018 sudah mencapai 72 persen.

Namun, Rafki mengaku optimis jika target 115 ribu ton yang ditentukan akan terpenuhi dalam tahun ini. Terlebih, di tahun 2018 tren harga beras relatif meningkat. Berdasarkan Inpres no. 5 tahun 2015, Bulog dapat membeli gabah dari petani seharga Rp3.700 per kg, sedang beras dengan harga Rp7.300 per kg.

“Berdasarkan Inpres tersebut, pemerintah memberikan kebijakan untuk meningkatkan harga 10 persen. Sehingga untuk gabah bisa seharga Rp4.070 per kg, dan beras Rp8.030 per kg,” katanya.

Disamping itu, dalam pembelian gabah dan padi dari petani, bulog juga memperhatikan kualitas komuditi yang dihasilkan. Sesuai Inpres No. 5 tahun 2015, beras yang dapat dibeli Bulog harus memenuhi standar kualitas diantaranya memiliki butur menir 2 persen, butir patahan 20 persen, dengan kadar air 14 persen. (ega/apr)