Tuba  

Serius Garap RS Tanpa Kelas, Bupati Winarti Utus Kadiskes ke UGM


Bupati Tulangbawang Winarti bersama Rektor UGM Panut Mulyono menandatangani kerjasama beberapa waktu lalu. Foto Dok. Bagian Protokol Setdakab Tulangbawang
Bupati Tulangbawang Winarti bersama Rektor UGM Panut Mulyono menandatangani kerjasama beberapa waktu lalu. Foto Dok. Bagian Protokol Setdakab Tulangbawang

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bupati Tulangbawang Winarti tampaknya serius untuk mendirikan rumah sakit (RS) tanpa kelas di Sai Bumi Nengah Nyappur.

Hal ini dibuktikan dengan diutusnya Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) untuk melakukan studi kelayakan sekaligus penandatanganan kerjasama dengan dekan fakultas kedokteran, keperawatan dan kesehatan masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM).





Kadiskes Tulangbawang Fatoni menjelaskan, penandatanganan kerjasama tersebut terkait kontrak kerja studi kelayakan pendirian RS Tanpa Kelas atau Tipe D.

Menurut Fatoni, hasil studi kelayakan tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkab Tulangbawang dalam mendirikan rumah sakit kelas D.

“Iya betul kemarin di utus ibu Bupati Winarti (melakukan studi kelayakan). Mohon doa dari masyarakat agar pembangunan RS kelas D berjalan lancar dan sukses,” kata Fatoni, Kamis (31/3).

Berdasarkan Permenkes Nomor 24 Tahun 2014 tentang Rumah Sakit Kelas D Pratama, RS ini adalah rumah sakit umum yang hanya menyediakan pelayanan perawatan kelas tiga untuk peningkatan akses bagi masyarakat dalam rangka menjamin upaya pelayanan kesehatan perorangan yang memberikan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, serta pelayanan penunjang lainnya.

Winarti menerangkan jika nantinya RS ini direncanakan akan dibangun dengan sebaik-baiknya, khususnya akan menyasar pada pasien-pasien yang kurang mampu dan akan coba dioperasikan sebagai rumah sakit tanpa kelas supaya warga kurang mampu bisa menempati rumah sakit ini.

Winarti beberapa waktu lalu menilai jika Kecamatan Banjarmargo menjadi salah satu lokasi ideal pembangunan rumah sakit ini.

Menurut orang nomor satu di Tulangbawang tersebut, letak lokasi Kecamatan Banjarmargo dirasa ideal karena berada cukup jauh dari ibukota kabupaten Menggala.

Selain itu, Banjarmargo juga dirasa cocok karena berada diantara Kabupaten Mesuji dan Tulangbawang Barat.

Kecamatan-kecamatan terluar di Tulangbawang seperti Rawajitu Selatan dan Rawajitu Timur juga dapat dengan mudah mengaksesnya. Pun demikian dengan Gedungaji Baru, Penawartama dan kecamatan lainnya. Apalagi perbaikan Jalan Nasional Lintas Rawajitu tahun ini dijadwalkan selesai.

Bupati Winarti menjelaskan, dengan luas wilayah 3.466,32 meter persegi dan memiliki 15 Kecamatan, sangat dibutuhkan pemerataan pelayanan kesehatan.

“Kecamatan Banjarmargo menjadi salah satu lokasi yang strategis bagi kecamatan yang jauh dari ibukota (kabupaten). Mohon do’anya,” kata Winarti.

Mantan Ketua DPRD Tulangbawang tersebut menerangkan, kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Untuk itu, Pemkab Tulangbawang akan terus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Winarti sadar upaya mendirikan RS tanpa kelas di Tulangbawang tidak mudah. Prosesnya akan cukup panjang dan memakan waktu lama.

“Insya Allah dengan niat, do’a dan dukungan semuanya rumah sakit tanpa kelas di Tulangbawang kelak akan terwujud,” tandasnya. (nal/sur)