Setiap Longsor, Warga Cuma Dapat “Uang Sabun” Kompensasi Bersihkan Debu

  • Bagikan
Pasca terjadinya longsor di bukit Sukamenanti, Kedaton, Bandarlampung, Rabu (30/10) sore, hari ini (31/10) sejumlah pekerja nampak mengangkut batu batu runtuhan longsor. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Aktivitas penambangan bukit di kawasan Sukamenanti Baru, Kedaton, bukan hal baru. Melainkan telah berjalan puluhan tahun.

Ya, aktivitas penambangan dikabarkan warga sudah dilakukan sejak tahun 1980-an. Menurut keterangan warga sekitar, Sumarni (58), pekerja kerap mengalami kecelakaan saat menambang.

“Suami saya juga dulunya penambang, sekarang dia sudah tidak bertenaga lagi. Memang caranya begitu, dikeruk menggunakan alat berat dari bawah, kemudian batunya akan longsor sendiri,” ungkapnya di kediamannya.

Menurut Sumarni aktivitas longsor sering terjadi. Selain disengaja juga saat musim hujan. “Kalau musim hujan apalagi, pasti longsor,” ujarnya.

Kemudian ditambahkan Eni (60), warga di kaki bukit itu mengaku, tiap kali terjadi longsor, pihak pengembang akan mendatangi warga-warga dengan membagikan uang konvensasi sebesar Rp50 ribu-Rp100 ribu.

Baca Juga:   Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Umum di Tanggamus Tunggu Kiriman Stok Vaksin

“Kita dapat duit ya sebagai pengganti buat beli sabun buat ngepel debu. Karena efeknya tentu banyak debu. Kalau dia mau longsor ada tanda-tandanya, kayak hujan gitu bunginya, kertik-kertik-kertik,” terangnya. (apr/sur) 

 




  • Bagikan