Shakel Sempat Minta ke Laut Pada Sang Ayah

  • Bagikan
Suasana duka menyelimuti proses pemakaman M Arvansa Shakel, (4) bocah korban hanyut, di TPU Blok 7, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung, Selasa (18/5). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Luka mendalam terpancar di wajah Krisna Bayu Arengga, ayah dari Muhammad Arvansa Shakel (4). Bocah laki-laki yang akhirnya ditemukan di Pantai Gunung Kunyit, setelah hanyut di drainase Pasar Tugu pada Minggu (16/5) siang.

Angga-sapaan akrabnya, tampak berusaha merelakan kepergian anak keduanya dalam peristwa tersebut. Sejumlah warga juga tampak berkumpul di rumah duka yang berada di jl. Hayam Wuruk gg. Bukit I, Tanjungkarang, Bandarlampung.

Meski tidak ingin berkomentar banyak, Angga sempat berbincang sedikit mengutarakan keinginan korban sebelum musibah terjadi. Angga mengaku putranya sempat meminta untuk pergi ke laut setelah lebaran.

“Saya nggak punya firasat apa-apa, hanya saja dia (korban, red) sempat minta untuk pergi ke laut sebelum kejadian ini. Katanya ‘pa, nanti kita pergi ke laut ya habis lebaran’ gitu saja,” tuturnya, Selasa (18/5).

Baca Juga:   Ayo, Cegah Penyalahgunaan Narkoba dengan Terapkan Nilai-nilai Pancasila

Angga juga mengaku, dia dan putranya punya hubungan yang sangat dekat. Korban juga dikenal sebagai anak yang lincah dan periang. “Sama saya sangat dekat sekali pokoknya, ada banyak lah (kenangan manis, red),” tandasnya.

Dilokasi rumah duka, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana juga terlihat sempat datang guna mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban. Dia juga berterimakasih kepada semua pihak yang selama ini telah membantu mencari korban.

“Saya atas nama kedua orang tua korban, berterima kasih kepada tim yang luar biasa sampai bisa menemukan Shakel. Terutama, masyarakat yang sudah membantu dengan sukarela,” katanya.

Dia berharap, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada saat mengawasi anak-anaknya saat bermain di luar rumah. Khususnya pada masa pandemi dan musim hujan seperti sekarang.

Baca Juga:   Unila-PT Gaido Kerjasama Cegah Pengangguran Terdidik

“Pesan saya untuk masyarakat, tolong, saat ini sedang musim hujan apalagi di masa covid. Harus bisa menjaga anak-anak kita saat main di luar. Kalau bisa mainnya di dalam rumah saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Lampung, Basri menjelaskan, tim sar gabungan bersama keluarga korban segera datang ke Pantai Gunung Kunyit setelah mendapatkan laporan dari warga.

“Keluarga korban bersama tim sar gabungan sudah memastikan bahwa benar jasad yang ditemukan adalah yang selama ini kita cari,” katanya.

Dia mengatakan, jarak antara titik hanyutnya korban pertama kali hingga ditemukan yakni sejauh 6,2 km arah selatan tenggara. Jenazah korban saat ini sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blok 7, pukul 9.48 wib. (Ega/yud)



  • Bagikan