Si Jago Merah Hanguskan Rumah, Walikota Janji Beri Bantuan

  • Bagikan
Petugas pemadam kebakaran saat berjibaku memadamkan api yang melalap rumah penjual degan di kawasan dekat Pasar Cimeng Jalan KH Hasyim Asari Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Jumat malam (7/5). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Warga jl. KH Hasyim Asari, Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandarlampung panik saat terjadi kebakaran di lokasi yang berada dekat dengan Pasar Cimeng, Jumat (7/5) malam.

Api melalap satu rumah semi permanen dan lima kios yang ada di area tersebut sekitar pukul 20.00 wib. Sejumlah warga juga terlihat lalu-lalang sambil membawa ember berisi air untuk membantu memadamkan api.

Namun, bahan kayu pada rumah yang diketahui merupakan tempat menjual minuman dan makanan ringan tersebut membuat api dengan cepat membesar dan menjalar di bagian dalam hingga ke atap bangunan.

Sedikitnya, ada sekitar 10 unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan guna memadamkan api. Namun, angin dan material kayu membuat api menyebar dengan sangat cepat.

Bahkan, api sempat menyambar beberapa bagian kabel listrik hingga membuat ledakan-ledakan kecil di bagian atap bangunan. Hal tersebut, tak ayal menambah kepanikan warga yang berusaha memadamkan api bersama petugas.

Rudi, seorang warga yang ikut berusaha memadamkan api mengatakan, warga mengetahui adanya api tersebut sekitar pukul 20.00 wib. Warga pun sempat berusaha memadamkan api sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

“Rumah yang terbakar itu milik penjualan minuman ringan. Tadi awalnya (kebakaran, red) jam delapan malam. Itu (rumah, red) biasanya jualan dugan dan jus-jus gitu,” kata dia.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Api diketahui baru bisa dipadamkan sekitar pukul 21.00 wib.

Dayat, pemilik rumah dan kios tersebut mengatakan, saat kebakaran terjadi, dirinya memang sedang berada di luar. “Saya baru dikabarin kemudian langsung pulang dan lihat api sudah besar. Rumah memang sedang kosong,” katanya.

Selain rumah, sambung Dayat, ada lima kios yang merupakan miliknya. Empat kios diantaranya disewakan kepada pedagang makanan ringan, sementara satu kios lainnya digunakan sendiri untuk berjual es dugan.

“Katanya api berasal dari penjual Sosis. Dugaannya karena ada konsleting listrik di mesin frezernya,” kata Dayat.

Di samping itu, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana juga terlihat berada di lokasi kebakaran. Eva yang mendapatkan informasi terjadinya kebakaran, mengaku langsung mengecek ke lokasi kejadian.

“Tadi sudah tanya pemilik (korban, red), mas Dayat. Katanya beliau juga sedang pergi keluar. Jadi posisi rumah itu kosong. Katanya awal api dari penjual Sosis, entah dari kompor atau bagaimana. Tapi intinya tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini,” kata dia.

Dia juga mengatakan, pemerintah kota (Pemkot) Bandarlampung siap memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Dia berharap, dengan kejadian ini masyarakat dapat lebih waspada kedepannya.

“Nanti kerusakan akan kita bantu, mudah-mudahan. Namanya musibah tidak bisa kita hindari. Yang penting harus waspada, karena sekarang ini ada banjir, sekarang kebakaran. Mudah-mudahan masyarakat mulai waspada,” katanya.

Eva akan mengirimkan tim dari Dinas Sosial ke lokasi secepatnya. Guna menghitung dan memeriksa kerugian yang dialami korban dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Besok akan ada tim sosial yang datang ke sini untuk melihat seberapa banyak kerugian korban. Mudah-mudahan prosesnya bisa cepat. Karena kasian korbannya mau tinggal dimana. Jadi kita akan lihat semua kerugian yang dialami korban seperti apa,” tandasnya. (Ega/yud)



  • Bagikan