Siaga Bencana, BPBD Lampura Giatkan Patroli

  • Bagikan
TRC BPBD Kabupaten Lampura, saat melaksanakan sosialisasi Prokes dan bencana alam menghadapi musim penghujan. Foto Fahrozy Irsan Toni/RADARLAMPUNG.CO.ID
TRC BPBD Kabupaten Lampura, saat melaksanakan sosialisasi Prokes dan bencana alam menghadapi musim penghujan. Foto Fahrozy Irsan Toni/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara(Lampura), giatkan patroli petugas pantau wilayah-wilayah langganan banjir.

Kepala BPBD Lampura, Nozi Efialis, mengatakan dalam mengantisipasi bencana yang sering terjadi dikala musim penghujan, pihaknya menerjunkan petugas guna memantau kondisi di lapangan dengan patroli.


“Untuk langkah antisipasi, selain menyiagakan petugas kita juga memantau kondisi lapangan dengan menurunkan petugas dari TRC. Seperti wilayah-wilayah menjadi langganan banjir, macam Rawa Karya, Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Abung Timur dan lainnya,” kata dia menanggapi antisipasi dilaksanakan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana ditengah sebagian besar wilayah Provinsi Lampung terjadinya La Nina, Rabu (10/11).

Sebab, menurut pengalaman, daerah itu menjadi daerah langganan banjir dikala tingkat intensitas tinggi. Sehingga berharap masyarakat untuk siaga untuk memitigasi bencana, juga melakukan langkah-langkah antisipasi.

Baca Juga:   Pilkades Lampura Tidak Ada Lawan Kotak Kosong

Seperti membuang sampah pada tempatnya, menebang atau merapikan pohon-pohon dianggap berbahaya karena dapat rubuh dan lainnya.

“Kalau perkiraan dari BMKG intensitas hujan akan tinggi mulai Desember – Januari 2021,” timpal Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampura, Mirza Sofian.

Dia menjelaskan bahwasanya petugas yang bersiaga penuh dalam penanggulangan masalah bencana terbagi atas 4 tim, yakni Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan masing-masing personil sebanyak 15 orang/regu. Mereka berjaga (standby) 24 jam untuk membantu masyarakat bila terjadi bencana.

“Kalau itu skalanya kecil diturunkan satu tim, kalau dia besar maka seluruhnya datang membantu masyarakat. Baik itu untuk barangnya, maupun orangnya, “terangnya.

Merujuk data BPBD, ada beberapa karakter daerah bencana disana. Seperti Kecamatan Tanjung Raja, Abung Tinggi dan Bukit Kemuning sebagai daerah rawan tanah longsor; banjir di Kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan, Abung Timur, Muara Sungkai. Serta angin kencang atau dikenal masyarakat disana sebagai angin puting-beliung, seperti di Kecamatan Abung Timur dan Kotabumi.

Baca Juga:   Apel Kesiapsiagaan, Bupati Ingatkan Peningkatan Bencana Hidrometeorologis

“Kalau beberapa waktu lalu, itu sempat ada pohon roboh yang menghadang di Jalinsum, Kecamatan Abung Selatan yang dibersihkan oleh Tim TRC, lalu di Kota Alam, Kotabumi. Oleh karenanya kami menghimbau bagi warga yang memiliki tanaman pohonnya besar agar dapat ditebang. Jangan sampai menjadi sumber mala petaka orang, “tambahnya. (ozy/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan