Siaga di Malam Buta

  • Bagikan
Warga bertahan di tempat tinggi saat banjir terjadi di Jalan Hi. Syarif, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung, Sabtu dini hari (7/12). FOTO ALAM ISLAM/RADARLAMPUNG.CO.ID

MALAM kian meninggi. Hujan turun dengan deras, Jumat malam (6/12). Lama, rintik tak juga reda. Genangan air mulai terlihat. Jalanan. Sungai berangsur meluap. Aliran bercampur sampah.

Dalam remang, warga Jalan Hi. Syarif, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung bersiap. Air naik. Mulai sebetis orang dewasa. Meninggi. Hingga akhirnya mencapai leher.

Wanita dan anak-anak diungsikan. Musala menjadi tempat bermalam. Sementara, para lelaki mengawasi rumah. Air berwarna cokelat, memasuki ruangan. Menyatu dengan sampah. Tak ada yang bisa dilakukan. Hanya menunggu.

Ya, ini salah satu wilayah di Bandarlampung yang akrab dengan banjir. Jika kawasan lain hujan deras, kemungkinan ”kiriman” air akan datang. Bertahun seperti itu.

Salah satu solusi, meninggikan posisi rumah. Tapi tidak semua bisa begitu. Tak bisa melawan derasnya air yang datang. Hanya pasrah. Siaga di malam buta. Menunggu air pergi. Saatnya bersih-bersih. (*)

[smartslider3 slider=12]



  • Bagikan