Siap-Siap, SMKN 2 Bandarlampung Rancang Rencana Tatap Muka

  • Bagikan
ilustrasi dok eurowildlife.org

RADARLAMPUNG.CO.ID-SMKN 2 Bandarlampung rancang rencana tatap muka yang nantinya bakal digelar ditengah pandemi Covid-19. Kepala SMKN 2 Bandarlampung Firdaus, menyebutkan jika nantinya dimulai tatap muka bakal mengedepankan keselamatan peserta didik dan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami saat ini merencanakan bagaimana nantinya tatap muka bisa dilakukan. Namun dengan paling utama keselamatan peserta didik dan menerapkan protokol kesehatan ya,” jelas Firdaus saat ditemui di kantornya Selasa (19/1).


Menurutnya, jika nantinya dimungkinkan tatap muka, akan ada beberapa model aturan yang diterapkan. Diantaranya penerapan protokol kesehatan yang dilakukan sejak siswa masuk hingga keluar sekolah.

“Jadi siswa datang kesini langsung ke laboratorium, cuci tangan, tuker pakaian, kerja ditunjukan guru jobsheetnya. Nanti selesai salin baju, cuci tangan, pulang. Nanti ini akan dipantau guru jurusan, ini yang kami rancang, maka insyaallah covidnya bisa dikendalikan,” tambahnya.

Baca Juga:   22 Ribu Guru di Lampung Telah Divaksinasi

Selain itu, penerapan belajar juga direncanakan bersistem penerapan shift. Jika sebelumnya hanya ada dua shift, SMKN 2 berencana melakukan empat shift.

“Jadi dari dua shift jadi 4 shift. Kalau Laboratorium ukurannya 9×8 meter diisi 9 orang kan berjarak buka hanya 1 meter, 2 meter lagi jaraknya bisa sampai 3 meter. Nanti mereka dipinggir ditengah di ujung,” jelas Firdaus.

Tatap muka di SMK memang menurut Firdaus lebih efektif dilakukan. Mengingat beberapa jurusan SMK perlu praktik langsung.

“Kalau bisnis, perkantoran, manajemen tidak sulit, tinggal download aplikasi di Google, kerjakan di komputer dan ikuti soalnya. Siswa juga bisa diskusi sendiri, kelompok bisa dan hasilnya bisa diserahkan onlinenya bisa. Kalau teknik nggak bisa, jadi kalau ibaratnya menendang bola harus di tendang bolanya,, ga bisa diliatin saja. Seperti itu teknik, tapi kalau perkantoran manajemen bisnis akutansi bisa (daring),” tambahnya.

Baca Juga:   Pemprov Dorong Vaksinasi Untuk Siswa

Firdaus juga mengaku sudah berbicara dengan orang tua murid dari hati ke hati. Pihaknya meyakinkan orang tua jika nantinya saat tatap muka dimulai, Sekolah teta menjaga kesehatan anak didik dengan menerapkan prokes mulai wajib pakai masker, jaga jarak, dan lainnya.

“Jadi nantinya siswa yang datang, nggak boleh berdekatan, pulang juga langsung pulang. Kalau ada kumpul disekolah sesudah jam sekolah, akan kami usir. Tidak ada nongkrong-nongkrong, nanti ngobrol dia segala macem mereka. Kami juga sudah informasi orang tua, bahwa bapak ibu, kalau kita masuknya pagi tidak akan sampai sore. Masuknya siang juga nggak sampai sore,” tambahnya. (rma/wdi)




  • Bagikan