Sidak Pasar, BBPOM Masih Temukan Produk Tanpa Izin Edar

  • Bagikan
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dan jajaran melakukan insentifikasi pengawasan produk pangan di Chandra Store Tanjungkarang, Rabu (14/4). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung serta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung mengadakan insentifikasi pengawasan produk pangan di wilayah Bandarlampung, Rabu (14/4). Hadir dalam giat ini, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, Kepala BBPOM Bandarlampung Susan Gracia Arpan, serta para jajarannya.

Pengawasan dilakukan di pasar tradisional Pasar Tugu dan pasar modern Chandra Super Store Tanjungkarang. Nunik -sapaan akrab Chusnunia Chalim- mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memantau kwalitas pangan di pasar tradisional dan modern pada bulan Ramadan ini. Sampel yang diambil seperti makanan-makanan yang ada di bulan ramadan.


“Pangan segar. Seperti takjil, kue, serta pakan awetan seperti nuget, bakso, dan lainnya. Ada sekitar 75 sampel yang dicek. Alhamdulilah hasilnya semua relatif aman,” ujarnya, Rabu (14/4).

Nunik berharap, amannya pangan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Tujuan ini tidak lain supaya masyarakat tenang menkonsumsinya,” ucapnya.

Dirinya pun mengimbau pedagang untuk menjual barang yang memang sehat dan aman. Jangan sampai manjual barang yang tidak layak konsumsi. “Ini relatif aman kita lihat gak ada yang baru, rata-rata yang beredar sudah ada sebelum-sebelumnya. Bandarlampung aman,” tegasnya.

Baca Juga:   Pemerintah Pusat Transfer Rp21,07 T untuk Lampung

Begitu pula dengan pantauan di pasar modern, menurut Nunik juga aman dikonsumsi, dan sudah dilakukan quality control. “Satgas Kota dan BBPOM juga terus kolaborasi mengecek pangan,” tuturnya.

Sementara Eva mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan pangan di pasar tradisional dan modern yang langsung disaksikan Wakil Gubernur. Dari sampel yang diambil dari kedua pasar aman. “Mudah-mudahan, masyarakat Bandarlampung dan siapapun yang datang ke sini aman untuk belanja, khususnya di Bulan Suci Ramadan, insyaAllah apa yang dibeli dan dimasak untuk keluarga aman,” terangnya.

Eva pun mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, walaupun Bandarlampung mendekati Zona Hijau. “Kalau sehat insyaAllah dapat menjalankan aktivitas dengan lancar,” tuturnya.

Sedangkan Kepala BBPOM Bandarlampung Susan Gracia Arpan mengatakan, dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat Lampung dari peredaran produk olahan tidak memenuhi ketentuan, khususnya selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H, BBPOM melakukan intensifikasi pengawasan di sarana distribusi pangan, dari hulu sampai ke hilir.

Baca Juga:   Tanamkan Wawasan Kebangsaan Sejak Dini

Kegiatan ini, lanjutnya, dimulai dari 5 April-21 Mei 2021 yang dibagi dalam enam tahap. Sampai saat ini kegiatan masuk di Tahap II, dengan melakukan pengawasan terhadap distributor pangan dan toko yang ada di Bandarlampung.

“Masih ditemukan ada produk Tanpa Izin Edar (TIE). Terhadap produk TIE dilakukan pemusnahan setempat oleh pelaku usaha disaksikan petugas. Selain itu akan dilakukan pengawasan takjil di sejumlah titik strategis di Lampung yang biasa digunakan tempat menjual takjil,” tuturnya.

Sampel, kata Susan, dilakukan pengujian terhadap parameter uji bahan yang dilarang, seperti Rhodamin B, Formalin, Borak, dan Methanyl Yellow. “Sampai saat ini telah dilakukan sampling takjil sebanyak 75 sampel dan hasilnya tidak ditemukan takjil yang mengandung bahan yang dilarang untuk ditambahkan di pangan,” terangnya. (pip/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan