Sidang Pencemaran Nama Baik Kembali Ditunda, Kuasa Hukum Terdakwa Pertanyakan Keputusan Majelis Hakim

  • Bagikan
Sunena saat akan menjalani sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu (20/11). FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Majelis hakim yang diketuai Joni Butar Butar kembali menunda sidang putusan pencemaran nama baik terdakwa bernama Sunena (29) warga Gunungterang, Bandarlampung.

Heris Kurniawan kuasa hukum dari Sunena menjelaskan, seharusnya berdasarkan agenda, pada Rabu (20/11) dijadwalkan sidang putusan. “Tetapi tadi oleh majelis hakim sidang ini ditunda. Dijelaskan ada berkas hasil putusan itu belum selesai,” ujarnya.

Menurut Heris, penundaan sidang oleh majelis hakim ini sudah terjadi dua kali. Pertama ditunda lantaran jaksa penuntut umum terdakwa tidak datang. “Nah ini ditunda lagi karena berkasnya belum selesai,” bebernya.

Atas penundaan sidang ini, kuasa hukum Sunena tersebut merasa kecewa. “Kita kasian saja dengan klien kami, harus bolak-balik. Kasian dia tidak ada kepastian hukum,” ungkapnya.

Dan, ia pun berharap kliennya dapat dinyatakan bebas oleh majelis hakim dalam sidang putusan yang diagendakan pekan depan. Jika majelis hakim tidak bisa memvonis bebas kliennya dia berharap kliennya bisa mendapat hukuman seringan-ringannya.

“Fakta hukum harus sesuai dengan bukti dan peristiwa yang saling berhubungan. Sehingga ini kan memang harus dibuktikan dengan benar-benar. Karena kita kan mencari kebenaran materil, kebenaran yang hidup di masyarakat, kemudian kebenaran yang benar-benar bersandar pada fakta hukum yang ada,” ungkapnya.

Ia optimis bahwa kliennya akan bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Hal ini berdasarkan pada analisa-analisa hukum yang dibangun pada sidang sebelumnya.

“Kalau pun memang kemudian hakim memutus berbeda kita akan melakukan upaya hukum sampai kemudian hak terdakwa dipenuhi oleh hukum,” tegasnya.

Baca Juga:   Terpidana Mati Perkara Narkoba Disidang Lagi, JPU Tuntut 19 Tahun Penjara

Ya, terdakwa Sunena dituntut selama dua tahun enam bulan (30 bulan) penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider satu bulan kurungan dengan perintah agar terdakwa ditahan.

JPU Eka Aftarini menyatakan bahwa terdakwa Sunena, yang merupakan warga Jl. Timbal Palapa X P, No. 3, Kelurahan Gunungterang, Kecamatan Langkapura, Bandarlampung telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (1) Undang- undang No. 19 tahun 2016 tentang perubahan UU informasi dan teransaksi elektronik (ITE).

“Terdakwa Sunena Binti Saman bersalah melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik,” kata Jaksa.

Sebelum menuntut terdakwa, Jaksa Penuntut mempertimbangkan beberapa hal, yakni hal yang memberatkan adalah terdakwa telah mencemarkan nama baik saksi korban dan merugikan saksi korban Masayu Teshi Defalia (Bidan Echi, A.md Keb.), terdakwa berbelit -belit dalam persidangan dan tidak ada perdamaian antara korban dan terdakwa.

Serta hal yang meringakan yakni terdakwa sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum. Dalam surat tuntutan Jaksa, saksi Masayu Teshi Defalia saat berulang tahun pernah diajak ke karaoke di Panjang dengan ada tiga perempuan dan tiga laki-laki.

Saksi merasa tidak suka setelah saksi tahu tempat karaoke bukan karaoke rumah tangga. Saksi marah karena mereka menyamakan saksi dengan pemandu lagu (PL) lantaran ketua suatu club mobil berinisial R terus memepet saksi, dan akhirnya saksi ribut dengan R dan S yang merupakan suami dari terdakwa.

Baca Juga:   Motor Korban Raib Saat Makan Siang

Kemudian saksi dan terdakwa juga pernah ribut di grup Whatsapp Club dan akhirnya berujung saling melapor ke polisi.

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, baik dari keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa serta barang bukti, terdakwa telah memposting dua foto di akun lnstagram nena_shabirin yang mana gambar pertama adalah foto plang papan nama BIDAN ECHI, Amd Keb. (Masayu Thesi Defalia) No. SIPB.441.6.348.09.2013, Jl. Saleh Raja Kesuma Yudha, Sukarame 2, Telukbetung Barat.

Status terdakwa bertuliskan, “Bidan Batuputu keluar dari mobility untuk mencari mangsa baru, dia ini dengan rumah tangga orang lain, jadi bidan cuma tameng aja aslinya job***”.

Pada foto kedua akun nena_shabirin memposting foto saksi Masayu Thesi Defalia yang dalam posisi duduk di lantai sedang memilih baju dan terdakwa menulis status “Bidan Batuputu keluar dari mobility untuk mencari mangsa baru, dia ini dengan rumah tangga orang lain, jadi bidan cuma tameng aja aslinya job***”.

Selain mem-posting, terdakwa kemudian menandai akun ecidefalia agar saksi korban dan orang-orang yang berteman dengan akun nena_shabirin melihat foto dan status tersebut.

Perbuatan terdakwa tersebut diketahui pada Sabtu, 26 Agustus 2017 oleh saksi Masayu Thesi Defalia. (ang/sur)




  • Bagikan