Sigap, Ada Info Pencurian Sekuriti PT GPM Langsung Tutup Akses Keluar, Satu Buruh Diamankan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Personel sekuriti di Pos Central PT Gula Putih Mataram (GPM), Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, berhasil mengamankan seorang tersangka curanmor di Bedeng TS Baru PT GPM, Kamis (28/1) sekitar pukul 01.30 WIB. Ketika pencurian, korban Fajar Aditya (23), buruh PT GPM, sedang kerja sif malam.

Kapolsek Seputihmataram Iptu Jepri Saiffulah mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan pihaknya menerima penyerahan tersangka curanmor dari sekuriti PT GPM. “Ya, kita terima penyerahan tersangka curanmor dari sekuriti PT GPM. Yakni Hadiyan Ramadhan (19), buruh tebang tebu yang juga tinggal di Bedeng TS Baru PT GPM,” katanya.


Menurut informasi laporan sekuriti, kata Jepri, pencurian diketahui tetangga korban di Bedeng TD Baru.

Baca Juga:   Diduga Rusak Rumah Mertua, Oknum Bidan di Padang Ratu Lamteng Dipolisikan

“Tetangga korban tahu ada pencurian motor. Kemudian melapor kepada sekuriti. Sekuriti melakukan pemberitahuan kepada rekan-rekannya lewat handy talky (HT). Seluruh sekuriti melakukan penutupan pintu keluar PT GPM. Nah, tersangka pencurian kebetulan akan keluar dari Pos Central mengendarai motor Suzuki Satria FU BE 8369 W milik korban. Tersangka langsung diamankan di Pos Central PT GPM berikut barang bukti motor,” ujarnya.

Ketika tersangka dan barang bukti motor dibawa mobil sekuriti, kata Jepri, dalam perjalanan korban yang hendak pulang dari kerja melihat motornya di atas mobil dan berusaha menghentikan.

“Korban bertanya kenapa motornya dibawa, sekuriti menjelaskan motornya dicuri tersangka. Akhirnya korban membuat laporan ke Polsek Seputihmataram dengan nomor laporan / 30-B/I /2021/LPG/RES LAMTENG/SEK SEMAT, Tanggal 28 Januari 2021 sambil menyerahkan tersangka berikut barang bukti motor.

Baca Juga:   Peras Korban dengan 'Senjata' Foto dan Video Tak Senonoh

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Jepri, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP “Tersangka terancam hukuman tujuh tahun penjara,” tegasnya. (sya/sur)




  • Bagikan