Sikap UIN RIL soal Oknum Dosennya Diduga Lecehkan Mahasiswi

  • Bagikan
Kasubbag Humas dan Informasi UIN RIL Hayatul Islam. Foto Aprohan Saputra/Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang dosen berinisial SH terhadap mahasiswinya EP (21). Untuk itu, semua pihak diminta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tetap mengedepankan azas praduga tidak bersalah.

Hal tersebut disampaikan Rektor Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, MAg. melalui Kasubbag Humas dan Informasi UIN RIL Hayatul Islam, SH dalam keterangan resmi yang diterima radarlampung.co.id, Minggu (13/1).

Hayatul Islam menyebutkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi dan akan segera bertindak setelah ada keputusan hukum yang resmi, berupa bantuan hukum dan sebagainya.

Baca Juga:   Curi Pohon Dari Hutan Lindung, 9 Warga Melinting Diamankan Polisi

Dr. KH. Khairuddin Tahmid selaku Ketua Umum Majelis UIama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung yang juga Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN RIL mewakili pihak kampus menambahkan, kasus ini sudah masuk ranah hukum, sehingga hormati proses hukum yang ada.

“Mari kita sikapi persoalan ini secara arif dan bijaksana. Kasus ini sudah masuk ranah hukum. Kita hormati prosesnya. Biarlah aparat penegak hukum yang menanganinya hingga sampai kepada kesimpulan benar tidaknya, dan bersalah atau tidaknya terduga pelaku,” imbau Khairuddin.

Khairuddin juga menyatakan bahwa masalah ini berada dalam lingkup internal UIN RIL. Terduga pelaku dan korban sama-sama bagian civitas akademika salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Baca Juga:   Kasus Pertama, Nakes di Lambar Meninggal Akibat Covid-19

Karena itu, sangat bijaksana bagi berbagai pihak eksternal untuk menahan diri dengan tidak memberikan berbagai pernyataan, apalagi yang cenderung tendensius dan menyudutkan institusi UIN RIL.

“Ini merupakan masalah internal UIN Raden Intan. Urusan rumah tangga UIN. Mestinya pihak-pihak luar menghormatinya. Tidak elok bersikap mencampuri urusan orang lain, apalagi yang tidak terkait dengan dirinya,” tandas Khairuddin. (apr/rls/kyd)




  • Bagikan