Sinergi Mappilu-Media Massa Hasilkan Demokrasi Berkualitas

  • Bagikan
Diskusi peran media masa dan menangkal isu hoaks untuk menyukseskan Pemilu 17 April 2019 di Balai Wartawan H. Solfian Akhmad Selasa (26/2). Foto Rima Mareta/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Ketua Dewan Pakar Mappilu Pusat Ferry Kurnia Rizkiansyah mengatakan, keberadaan Mappilu sangat dibutuhkan dalam menciptakan demokrasi yang baik dan berkualitas. Apalagi dengan bersinerginya masyarakat dalam mengawasi proses pemilu yang terhitung hanya tinggal 50 hari ke depan.

Hal itu dikatakannya dalam Diskusi publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung bersamaan dengan dikukuhkannya Masyarakat dan Pers Pengawas Pemilu (Mappilu) se-Provinsi Lampung di Balai Wartawan H. Solfian Ahmad, Selasa (26/2).

“Dalam memberantas hoax juga menjadi tugas Mappilu. Karena di era sekarang kebohongan terus dilakukan bisa jadi kebenaran. Jangan sampai hoax menjadi santapan sehari-hari masyarakat, karena akan jadi problem dan masyarakat jadi terpolarisasi. Padahal hoax harusnya di buang jauh meskipun tidak dibasmi keseluruhan tapi bisa di manaje agar tidak menjadi gejala,” kata Ferry

Baca Juga:   Wakabid PAN Lampung : Tidak Ada Seremoni Pelantikan Kepengurusan

Sementara Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menanggapi dan mengantisipasi banyaknya hoax di tubuh KPU bisa dilakukan, sepanjang semua struktur KPU menjaga beberapa hal.

“Kalau dari sisi KPU, sepanjang independensi, integritas dan profesional dan masih dipegang dengan baik semua proses bisa berjalan baik. Sementara media masa, optimalisasikan perannya, mulai jurnalis harus selalu kritis konstruktif,” sebut Nanang. 

Sementara itu, Plt. Ketua PWI Lampung Nizwar Ghazali menjelaskan, diskusi ini bertujuan memberikan jawaban ke masyarakat dan memantau dan memberikan pemahaman Pemilu 2019. 

Terlebih, dengan dilantiknya pengurus Mappilu PWI Kabupaten/Kota juga sebagai jawaban peran aktif pewarta dalam menyukseskan pesta demkrasi lima tahunan.

“Keberadaan PWI dan Mappilu sebagai mata elang memantau pelaksanaan pemilu, sehingga pemilu berintegritas dan bermartabat. Serta hadirnya wakil rakyat yang benar-benar mengemban amanah. Kita berharap dengan diskusi ini kita yng umumnya sebagai pekerja pers dapat memberitaan, benar ya benar dan salah ya salah,” tandasnya. (rma/kyd)




  • Bagikan