Singgung Nasib Karyawan, Ini Curhatan H. Sony Kala Semua Gerai Bakso Sony Ditutup

  • Bagikan
Haji Sony pemilik Bakso Son Haji Sony angkat bicara. Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id
Haji Sony pemilik Bakso Son Haji Sony angkat bicara. Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Haji Sony selaku owner Bakso Son Haji Sony untuk kali pertama muncul di media setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menutup 18 gerainya yang ada di Kota Tapis Berseri. Haji Sony mengaku kecewa dengan penutupan semua gerai bakso miliknya itu.

Awalnya, saat enam gerainya ditutup, pihaknya lebih memilih diam. Namun, setelah semua gerainya ditutup, pihaknya tidak bisa lagi tinggal diam. Karena menurutnya hal ini sudah menyangkut nasib ratusan karyawanya.


“Bagi saya nggak masalah disegel ini, senang-senang aja. Saya nggak merasa gelisah. Yang saya pikirkan anak-anak ini (karyawan, red). Pengennya pemkot ini gimana? Saya nggak ngerti. Apakah dengan telah disegel seluruh gerai ini, pemkot merasa bangga? Saya gak ngerti,” ujarnya, Senin (20/9).

Ia menilai, pemkot tidak memikirkan karyawan yang jumlahnya ratusan orang. Belum ditambah tanggungannya yang bisa mencapai ribuan orang. “Bagi saya sedih kalau melihat anak buah saya. Kalau saya nggak apa-apa tutup. Saya masih punya beras untuk satu dua tahun makan anak cucu saya. Tapi, tolong pikirkan karyawan dan tanggungannya yang mencapai ribuan ini. Belum lagi pandemi kayak gini, coba bayangkan,” ungkapnya.

Baca Juga:   Duta Kopi Lampung Kampanyekan Kopi Tubruk ke Milenial

Ia pun mengungkapkan, di saat kondisi saat ini, untuk bertahan saja menurutnya sudah bagus.

Terkait pajak dapat diajak berbicara. “Kita bertahan aja bagus, apalagi ditutup gini saya senang. Yang penting tanggung jawab pemkot ini. Saya senang, saya sudah bertahan dengan anak buah ini, udah mati-matian saya,” ucapnya.

Haji Sony lantas menyayangkan sikap pemkot saat ini. “Jangan menantang-mentang punya kuasa, langsung seenaknya aja. Ya kalau anak-anak ini nggak dipikirkan, nggak boleh cari duit, nggak dikasih makan. Apa jadinya?,” terangnya.

Terkait pajak, dia mengatakan bahwa hal itu diurus oleh anak-anaknya. Menurutnya, selama ini Bakso Son Haji Sony rutin membayar pajak berdasarkan tapping box yang dipasang oleh Pemkot Bandarlampung.

Baca Juga:   Polsek Kedaton Buka Gerai Vaksin

“Kalau masalah pajak itu masalah anak-anak saya. Alhamdulillah setahu saya bayar terus, dan saya selalu dapat penghargaan. Saya juga bingung kenapa disegel, nggak kasih teguran atau apa,” ucapnya.

Kekecewaan itu juga disampaikan Hermawan salah satu karyawan Bakso Son Haji Sony kepada Pemkot Bandarlampung. Menurutnya penyegelan dan penutupan yang dilakukan pemkot ini menghilangkan mata pencariannya dan teman-teman lainnya.

Bakso Son Haji Sony, kata Hermawan sangat membantunya di saat susahnya mencari pekerjaan saat ini. Dirinya bersama karyawan lain tentu memiliki kebutuhan dan juga tanggungan keluarga. Sehingga akan bagaimana nasipnya kedepan pasca gerainya ditutup.

“Dulu saya kerja di gerai Sukarame, namun setelah disegel, saya disuruh bantu di cabang Pasar Bawah. Sekarang ditutup lagi. Selama ini Bakso Sony sangat membantu. Sekarang nggak tahu nasip kita gimana, dengan keputusan pemkot menutup semua gerai Bakso Sony,” ungkapnya. (pip/sur)




  • Bagikan