Siswa SLB Hanya Tau Capres

  • Bagikan
KPU Kota Bandarlampung melakukan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilihan untuk pemilihan Disabilitas di SLB Dharma Bakti Dharma Pertiwi, Kemiling, Bandarlampung, Rabu (13/2). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Sosialisasi Pemilu 2019 digelar KPU Bandarlampung di SLB (Sekolah Luar Biasa) B&C Dharma Bhakti Darma Pertiwi, Rabu (13/2). Selama sosialisasi, siswa sekolah bersemangat dalam mendengarkan satu per satu soal 5 jenis pemilu 2019.

Salah satunya, Ajila yang merupakan siswa dengan penderita tuna grahita bersama lima orang siswa lainnya maju untuk menjawab pertanyaan dari Komisioner KPU Bandarlampung Fadilasari maju kedepan. “Saya bu bisa jawab calon presiden,” ujar Ajila. 


Dia menyebutkan capres 01 Jokowi dan capres 02 Prabowo Subianto dengan bantuan teman lainnya. Sontak hal ini membuat isi gedung aula milik SLB B&C Dharma Bhakti Darma Pertiwi langsung ramai akan tepuk tangan.

Baca Juga:   Tanggapi Adanya Pertemuan Elit Partai, Sekretaris Partai Demokrat Lampung Nilai Wajar

Sayang, saat ditanyai Ila -Sapaan Akrab Fadilasari- soal cawapres pendamping kedua capres yang disebutkan siswa sulit menjawab. 

Kemudian staff KPU Bandarlampung membantu siswa mengatakan bahwa wakil presiden dengan nomor urut 01 adalah Ma’ruf Amin. Sementara cawapres 02 Sandiaga Uno.

Tak hanya itu, seluruh peserta yang berjumlah 42 siswa ini juga disuguhi video soal memilih. KPU Bandarlampung juga menunjukan surat suara. “Jangan pilih yang putih, nanti kalau ada kertas suara yang kecil (dilipat) warna abu-abu di buka yang lebar. Lalu dipilih mau nomor satu atau dua, atau fotonya. Jangan nyoblos bagian putih (bagian yang kosong),” ungkap salah satu staff KPU Bandarlampung.

Baca Juga:   Tanggapi Adanya Pertemuan Elit Partai, Sekretaris Partai Demokrat Lampung Nilai Wajar

Sementara Kepala SLB B&C Dharma Bhakti Darma Pertiwi Tukiman mengungkapkan rasa terimakasihnya, apalagi sosialisasi di sekolahnya ini baru pertama kali dilakukan. “Kami berterimakasih, apalagi ini pertama kali ya buat anak didik kami,” sebutnya.

Menurut Tukiman, saat ini di SLB B&C Dharma Bhakti Darma Pertiwi memiliki 48 siswa yang telah masuk dalam usia memilih atau 17 tahun. “Iya benar, kalau di kami yang sudah usia memilih ada 48 orang siswa. Kami koordinasikan bagaimana status memilihnya bersama orang tua,” tandasnya. (rma/kyd)




  • Bagikan