Siswi SMP Rela Upahan Jemur Jagung untuk Makan Keluarga

  • Bagikan
Serli Anista memperkenalkan ayah dan adiknya saat menceritakan kondisi keluarganya ketika ditemui di kediaman sosok siswi SMP yang terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga tersebut. Foto Fahrozy Irsan Tony/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Masa remaja Serli Anista (13) tak seindah teman sebayanya. Tidak seperti anak seusianya yang menghabiskan waktu bermain dan bersenda gurau, siswi SMP ini terpaksa harus banting tulang menghidupin ayahnya yang sakit bersama  adiknya, Rikaldo Saputra yang masih duduk di kelas II Sekolah Dasar (SD).

Keluarga tidak mampu ini tinggal di pelosok Desa Negeri Campang Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), dengan rumah berukuran 4 x 6 meter dan beralasan lantai serta diding kayu yang sudah rapuh termakan usia  tersebut.

Meski masih kelas I SMP, semangat Serlli nampak terlihat. Dia mampu mengerjakan pekerjaan rumah layaknya ibu rumah tangga, memperhatikan adiknya serta merawat ayahnya yang sedang sakit keras dengan sabar dan piawai.

Baca Juga:   Hamdalah, 2.446 Pasien Covid-19 Lamtim Sembuh

“Kasian bapak, sakitnya sudah lama. Tidak mampu berobat, saya sendirian yang mengurus bapak. Ibu pergi tidak tau kemana, sejak saya masi kelas I SD, beliau menghilang begitu saja,” kata Serli sambil mengusap air mata dipipinya saat ditemui di kediamannya, Selasa (5/3).

Semangat tak pernah lelah demi menghidupi keluarganya, bocah ini rela berkerja sebagai buruh upahan harian sebagai penjemur biji jagung milik salah seorang warga yang masih terhitung tetangganya sendiri.

Bahkan jika tidak memiliki uang untuk membeli makanan, terpaksa Serli menjadi upahan tukang bersih-bersih rumah tetangganya. Terkadang juga, ada yang iba  memberi makanan kepada keluarga Serli.

“Kalau tidak ada uang, saya membantu cuci piring tetangga. Terkadang diberi uang atau makanan yang saya bisa bawak pulang,” ujar Serli.




  • Bagikan