SMAN 14 Bandarlampung Berlakukan PTM terbatas dengan Sistem Shift

  • Bagikan
Foto - Foto SMAN 14 Bandarlampung :
Kepala SMAN 14 Bandarlampung, Sevensari saat memberikan pengarahan melalui audio sekolah kepada seluruh siswa yang mengikuti PTM terbatas SMAN 14 Bandarlampung. Foto - Foto SMAN 14 Bandarlampung

//Hari Pertama PTM Terbatas berjalan lancar//

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebanyak 1006 orang siswa/i gabungan kelas kelas X-XII SMAN 14 Bandarlampung, melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tahun ajaran 2021/2022.


Pelaksanaan PTM terbatas, berlangsung mulai 13 September – 29 Oktober 2021 mendatang. Sistemnya, dengan membagi 30 rombongan belajar (rombel). Yakni satu rombel hanya 18 orang dan Sekolah juga memakai sistem shift.

Dari 1006 siswa mengikuti PTM terbatas, dibagi dua shift. Dimana, Siswa kelas X-XII masing-masingnya 18 orang/rombel mengikuti shift pagi mulai 07.00 – 11.10 wib yakni siswa dari nomor absen 1-18.

Sementara untuk siswa dengan nomor absen  19-36 mengikuti shift siang jam 13.00-15.30 wib.

Kegiatan PTM terbatas ini, diikuti sekitar 30 rombel pagi dan siang. Ada 10 rombel untuk kelas X, 8 rombel untuk kelas XI dan 12 rombel untuk kelas XII.

Baca Juga:   Bupati Sujadi Ingatkan Prioritas Keselamatan Guru dan Siswa

Hal ini disampaikan Kepala SMAN 14 Bandarlampung, Sevensari kepada Radarlampung.co.id pada hari Senin (13/9).

Sevensari bersyukur karena PTM hari pertama (13/9) berjalan lancar di SMAN 14 Bandarlampung.

“Alhamdulillaah, PTM hari pertama lancar. Hari pertama PTM dimonitoring oleh Ketua Komite sekaligus ketua Satgas covid di tingkat satuan pendidikan Maulana Raja Niti,” ungkapnya.

Foto - Foto SMAN 14 Bandarlampung : 1) Kepala SMAN 14 Bandarlampung, Sevensari saat memberikan pengarahan melalui audio sekolah kepada seluruh siswa yang mengikuti PTM terbatas SMAN 14 Bandarlampung. 2) Siswa SMAN 14 Bandarlampung mengikuti PTM terbatas mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.
Siswa SMAN 14 Bandarlampung mengikuti PTM terbatas mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Menurutnya, karena siswa masih dalam penyesuaian PTM terbatas, tentunya butuh beberapa modifikasi belajar. Salah satunya metode shift.

Hal ini juga diselingi jam istirahat sekitar 15 menit. Selain itu, rombel siswa yang belajar shift pagi nantinya menjadi shift siang.

“Jadi mereka sekali seminggu akan bertukar waktu PTMnya yakni yang seminggu sebelumnya pada shift pagi menjadi siang atau sebaliknya. Ini semua dalam rangka penyesuaian Sistem PTM Terbatas,” jelasnya.

Selama PTM terbatas di SMAN 14 Bandarlampung, lanjut Seven, pihak sekolah tentunya tetap menerapkan peraturan protokol kesehatan (prokes) covid-19. Seperti siswa memakai masker dan sebelum memasuki ruangan kelas akan diukur suhu tubuhnya menggunakan Thermometer gun.

Baca Juga:   Dosen FK Unila Gelar Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit untuk Tangkal Hoaks tentang Vaksinasi Covid-19

“Kalau ada siswa yang bersuhu tubu diatas 37 derajat celcius, tidak diperkenanan mengikuti PTM, “tegasnya.

Lalu, Siswa diminta mencuci tangan pakai sabun sebelum memasuki ruangan. “Siswa juga disarankan membawa handsanitizer,” jelasnya.

Kemudian, ruangan kelas juga sudah diatur sedemikian rupa, yakni antar siswa berjarak 2 meter. “Siswa tidak kami sarankan untuk berjabat tangan (kontak tangan secara langsung) dengan siswa lain. Ini untuk mencegah penyebaran covid-19,” katanya.

Meskipun masih bersifat PTM terbatas, Sevensari pun terharu melihat senyum semangat belajar tatap muka dari anak didiknya. “Semoga PTM di Provinsi Lampung salah satunya di Bandarlampung terus berlanjut,”harapnya. (gie/yud)




  • Bagikan