SMK Swasta Meminta Komitmen Disdikbud Tiadakan PPDB Tahap 2

  • Bagikan
ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – SMK Swasta Bandarlampung meminta Komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung untuk tidak membuka tahap kedua PPDB, –sebagaimana diketahui terdapat ribuan kekosongan kuota PPDB SMK Negeri di Lampung.

Harapan itu diutarakan salah satunya oleh  Kepala Sekolah SMK Penerbangan Raden Intan Bandarlampung Suprihatin. Menurutnya, beberapa waktu lalu para Kepala Sekolah SMK Swasta dikumpulkan Disdikbud Lampung terkait hal tersebut.

“Kita menunggu komitmen dari dinas itu sendiri, kemarin kita sempat dikumpulkan oleh kepala dinas bahwa untuk tahun ini kuota negeri banyak yang kosong, dan itu akan disalurkan ke sekolah swasta,” kata pria yang juga Ketua Persatuan Guru Swasta itu, Minggu (27/6).

Selain komitment yang dibicarakan, ada hal lain yang sangat dinantikan SMK swasta khusunya di Bandarlampung, yakni tidak dibukanya PPDB tahap kedua seperti tahun lalu.

Baca Juga:   Nasib Alumni SMP IT MJ Kian Rumit

“Disalurkan itu dalam tanda kutip terserah siswa mau masuk sekolah mana, tapi kita menunggu komitmen (tidak dibukanya PPDB tahap kedua), itu harapannya. Karena seperti tahun lalu, sudah ditutup tapi kenyataannya dibuka kembali di gelombang kedua, kan itu sama saja bohong. Di situ kemungkinan merugikan pihak swasta,” ungkapnya.

Kata Supri, pada saat dikumpulkan itu pihaknya diberitahu untuk tahun ini diawasi pihak Ombudsman, jadi kemungkinan tidak ada tahap kedua.

“Dan kami juga meminta Ombudsman agar berkomitmen untuk ini, mengingat kondisi kami saat ini banyak sekolah swasta yang tidak terisi (kelas). Seperti sekarang biasa sudah dua kelas sekarang baru satu kelas, itu rata-rata dirasakan semua swasta di Bandarlampung, dan berharap kepada Ombudsman untuk berkomitmen agar meniadakan tahap kedua tersebut,” tandasnya.

Baca Juga:   Itera Siapkan PTM Metode Hybrid Learning

Diberitakan sebelumnya, ribuan kuota SMK yang disediakan Panitia PPDB SMA/SMK tahun 2021/2022 se-Provinsi Lampung kosong dan minim pendaftar. Disdikbud mengklaim banyak orang tua mengalihkan pendidikan anaknya ke Pondok Pesantren di luar dan dalam Lampung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Sulpakar melalui Kabid Pembinaan SMK Zuraida Kherustika mengatakan, dari kuota yang disiapkan Provinsi Lampung sebanyak 29.875, total pendaftar 25.359 orang dan yang diterima 23.586 siswa.

“Dengan kata lain dalam seluruhnya mendapatkan kekurangan sebanyak  6.520 orang dari kuota yang disediakan,” katanya, Jumat (25/6).

Dari data perkabupaten tersebut, ada Bandarlampung mendapat peringkat kekurangan kuota tertinggi dari yang disedikan.

“Keseluruhan per kabupaten/kota jumlah kuota disediakan untuk Bandarlampung 4.848, dengan jumlah pendaftar 4.802 dan diterima 3.791 siswa, jadi kekurangan kuota 1.059 orang,” ungkapnya. (mel/sur)




  • Bagikan