SMKN 3 Bandarlampung Kunjungi Universitas Teknokrat Indonesia, Pelajari Terobosan di Masa Pandemi

  • Bagikan
Sumber Foto: Humas Universitas Teknokrat Indonesia

RADARLAMPUNG.CO.ID – SMKN 3 Bandarlampung mengunjungi Universitas Teknokrat Indonesia pada Selasa (23/2). Kunjungan ini membawa banyak hal baru yang diketahui SMKN 3 Bandarlampung yang dikepalai Dr. Elen Eduan S.Pd.M.Pd.

Kedatangan rombongan yang diterima Warek IV Universitas Teknokrat Indonesia Achmad Yudi Wahyudin, S.Pd., M.Pd, ini membahas berbagai hal. Di antaranya soal sistem belajar daring (dalam jaringan) yang dilakukan Teknokrat selama masa pandemi Covid-19.


“Jadi dengan aplikasi, guru sudah tinggal men-direct saja di WhatsApp, untuk pelajari tentang pelajarannya. Sehingga ketika satu paket diberikan ke mahasiswa langsung ke pertemuan tatap muka, ini lebih mudah karena bisa diakses berkali-kali. Kami berikan waktu 1 minggu, karena infrastruktur internet mahasiswa tidak sama. Maka satu modul pertemuan bisa akses selama satu minggu,” jelas Yudi.

Hasil rekap kehadiran juga bisa melihat aktivitas yang mengakses perkuliahan, jadi setiap akhir pertemuan ada post tes, yang dari situ dianggap sebagai kehadiran.

Lalu relefansi mater pembelajaran dengan tujuannya, sehingga bisa dilihat relevan tidak materinya. Sesuai atau tidaknya.
Sistem ini juga ada yang mengontrol.

Baca Juga:   Adaptasi Kemajuan Teknologi, Teknokrat Terapkan Perkuliahan Hybrid Learning

“Terkait perkuliahan ada aturan mengikat dan memaksa yang diterapkan, misalnya mahasiswa empat kali pertemuan tidak hadir otomatis tidak bisa ikut UAS. Jadi memang di sini sudah ada kesepakatan yang sudah ditetapkan, semuanya ranah masing-masing dosen. Kemudian juga ada terkait bimbingan yang akan melakukan praktik kerja lapangan. Bahkan ada satu pintu untuk penyaluran kerja tersendiri,” tambahnya.

Kepala SMK 3 Bandarlampung Dr. Elen Eduan S.Pd.M.Pd., mengatakan, keluarga SMKN 3 Bandarlampung mengucapkan banyak terimakasih pada Universitas Teknokrat Indonesia yang sangat welcome dengan kehadiran pihaknya. Sehingga apa-apa yang ingin diketahui menjadi support bagi pihaknya.

“Karena dengan segala yang terjadi saat ini, mulai pandemi, kondisi pembelajaran, sisi manajemen dan sebagainya kami perlu banyak belajar keluar dari lingkaran SMKN 3. Kami menyangka sudah paling bagus, tapi ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan yang lain. Maka ini akan kita tindaklanjuti dengan tekat membuat MoU,” terang Elen.

Baca Juga:   Besok, Unila Mengukuhkan 15 Guru Besar

Sehingga nanti dengan adanya nota kesepakatan tidak lain kami akan banyak berguru ke Teknokrat. Hasil diskusi tadi bahkan banyak sekali yang tidak diketahui, seperti bagaimana pengelolaan sarana prasarana, tadi kita awalnya hanya bagaimana pembelajaran, tapi ternyata ada perpustakaan yang luar biasa.

“Ini pun menjadi bahan bagi kami dalam mengembangkan SMKN 3, apalagi SMKN 3 berdiri sejak 1965. Artinya usianya cukup rentan oleh karena itu butuh penyegaran, butuh suplemen sehingga walau tua tapi tetap energik,” ungkapnya.

Untuk memahami yang disampaikan, lanjut dia, butuh waktu. Sebab, penerapan sistem tersebut bukan hal mudah. “Untuk segelintir teman-teman yang bagus ya cepat menangkap. Oleh karena itu kami akan berupaya mengimplementasikan apa yang disampaikan dengan diawali kerjasama, kita siapkan juga bagaimana menyusun manajemen seperti yang disampaikan sehingga betul-betul bisa dikondisikan di SMK,” tandasnya. (rma/sur)




  • Bagikan