SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Berpotensi Ikut LSS-UKS Nasional

  • Bagikan
Tim penilai lomba sekolah sehat melakukan penilaian di SMP Muhammadiya Ahmad Dahlan Kota Metro, Kamis (24/10). FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim penilaian lomba sekolah sehat – usaha kesehatan sekolah/madrasah (LSS-UKS/M) Tingkat Provinsi Lampung mengunjungi SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Kamis (24/10).

Kunjungan tim tersebut disambut langsung oleh Wali Kota Metro Achmad Pairin dan jajarannya, dalam rangka melakukan penilaian di SMP yang terpilih untuk mewakili Kota Metro pada LSS-UKS/M tingkat provinsi.

Indawati Tim Lomba Sekolah Sehat (LSS) Provinsi Lampung menuturkan, ada sekitar 26 item yang dinilai dalam perlombaan LSS -UKS/M ini untuk dapat mewakili Lampung di tingkat nasional.

“Kita nilai mulai dari ruang guru, TU, ruang kelas, dan lainnga. Kalau 26 item syarat dapat dipenuhi nantinya sekolah ini bisa diajukan ke tingkat nasional,” ujarnya, Kamis (25/10).

Untuk di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan ini dijelaskan Indawati sudah cukul bagus. Dan, sekolah tersebut sangat berpotensi menjadi wakil Lampung ke tingkat Nasional.

“Cuma memang ada catatan tadi. Seperti perlu adanya wastafel di depan ruang kepala sekolah dan kelas. Kemudian wc perempuan dan laki-laki harus dipisah. Karena ada kriteria khusus dalam penilaian ini,” ucapnya.

Untuk standar toilet di sekolah sendiri menurut Indawati, untuk perepuan satu toilet untuk 25 anak. Sedangkan laki-laki, yaitu satu toilet untuk 40 anak. “Lalu kondisinya harus baik, pencahayaan cukup dan lainnya,” terangnya.

Sementara Ali Musyafa Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro menuturkan pihaknya telah melakukan persiapan setelah diminta oleh Pemkot Metro mewakili lomba di tingkat Provinsi.

“Karena tingkat provinsi kita berbenah, LSS – UKS/M cangkupannya luas, mulai lingkungan dalam sekolah dan luar sekolah. Sarana kita mulai apa yang mampu kita siapkan akan kita siapkan, seperti kotak sampah, ruang UKS, SDM, dan lainnya,” ucapnya.

Dari hasil penilayan panitia, tentu menurut Ali masih ada catatan. Jika masih diberi kesempatan tentu akan diperbaiki. “Secara keseluruhan sudah cukup cuma memang seperti pelengkap wastafel harus dilengkapi,” ujarnya. (pip/sur) 




  • Bagikan