SNMPTN Diumumkan, Ini Rincian yang Diterima Unila-Itera

  • Bagikan
Rektor Unila Prof Karomani menggelar pers rilis di Ruang Sidang Lantai II, Unila mengenai hasil SNMPTN yang diumumkan Senin (22/3). FOTO RIMA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) resmi diumumkan pada Senin (22/3) pukul 15.00 WIB. Pengumuman dilakukan melalui laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Sebanyak 1.731 mahasiswa diterima di Universitas Lampung (Unila), sementara 2.313 mahasiswa diterima di Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Pengumuman ini disampaikan langsung Rektor Unila Prof Karomani dalam jumpa persnya yang digelar di ruang sidang Lantai II Rektorat Unila, Senin (22/3). Dari total pendaftar 14.137 orang, dengan rincian untuk, pilihan satu ada 10.464 orang, dan pilihan ke dua ada 9.687, dan pendaftar KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah 3.688 orang.

Diterima sebanyak 1.731 orang dengan 572 penerima KIP Kuliah. Prof Aom -sapaan akrab Karomani- mengatakan terbanyak berasal dari Lampung. “Dari total rasio provinsi penerima SNMPTN Unila , Lampung 93,76% sisanya Sumsel 2,77%, Banten 1,04%. Sisanya 13 provinsi dibawah 1%,” jelasnya.

Hal tersebut karena dirinya menerapkan kebijakan baru, di mana, anak-anak pendaftar yang berasal dari Lampung menjadi prioritas. Bahkan di setiap kabupaten kota pun memiliki keterwakilan mahasiswa di Unila. Terutama fakultas Kedokteran

“93,76 yang diterima dari Lampung untuk SNMPTN Unila padahal kalau mau tarung bebas mungkin akan lain, karena ada kebijakan Unila. Bahkan, statistik penerimaan mahasiswa FK (Fakultas Kedokteran) juga mencapai 63,93% dari Lampung,” jelas Prof Aom.

Baca Juga:   Ketua Apindo Lampung dan Rektor Unila Bertemu, Siap Luncurkan Program Kolaborasi

Dirinya mengatakan jika sebelumnya, statistik kedokteran tahun lalu dinyatakan 60% lebih dominan dari siswa Bandarlampung. Sekarang tidak.

“Bersama Wakil Rektor satu saya ambil keputusan ingin wakil semua kabupaten/kota diterima jalur undangan. Sebelumnya hanya Bandarlampung karena jika dinilai dari indeks sekolah, kabupaten itu rendah. Maka kami menurunkan indeks sekolah tersebut. Untuk diketahui, indeks prestasi sekolah penilaiannya dengan nilai akreditasi sekolah, IPK senior mereka yang pernah diterima ke Unila tahun sebelum, dan nilai rata-rata SBMPTN Unila dan keterwakilan wilaya,” ucapnya.

Jika sebelumnya 70 lebih, selanjutnya Unila menurunkan ke angka 69. “Maka kami turunkan, agar tidak hanya Bandarlampung yang bisa masuk FK Unila . Saat diturunkan semua masuk, ada wakilnya. Kemudian Setelah kita tracking kebelakang, ternyata 50% itu bidik misi. Maka saya mengajak bupati yang mahasiswa terima jalur undangan tapi tidak mampu, maka kita minta bantu. Jangan sampai pendidikan hanya untuk elit, maka Unila pemihakan pada anak yang kurang mampu dan memberikan akses ke kabupaten kota agar proporsional,” lanjut Aom.

Lebih lagi, misi Unila membuka akses pendidikan untuk semua kalangan. Karena itu itulah, Aom mengatakan membuat kebijakan baru.

Baca Juga:   Unila Bakal Kukuhkan 12 Guru Besar

“Supaya siswa kabupaten/kota bisa akses pendidikan di Unila , terutama kedokteran. Dan, baru terjadi saat ini, bahkan 50% dari kabupaten kota jalur bidik misi, KIP. Maka itu saya berkomunikasi dengan bupati/walikota agar tuntas kuliahnya, jangan tidak kuliah karena faktor ekonomi,” tambahnya.

Sementara sebanyak 2.313 pendaftar lolos Seleksi Nasional Masuk Peguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang diumumkan, Senin, 22 Maret 2021. Dari total peserta yang dinyatakan lolos tersebut, terdapat sebanyak 643 pendaftar yang memiliki Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-kuliah) atau terbanyak ke-11 secara nasional.

Wakil Rektor Itera Bidang Akademik Prof. Dr.-Ing. Mitra Djamal menjelaskan, sebelum dinyatakan lolos, peserta telah melalui tahapan seleksi yang cukup ketat dan harus bersaing dengan 6.879 pendaftar. Jumlah pendaftar SNMPTN Itera tahun ini meningkat 47% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 4.678 pendaftar.

Prof. Dr.-Ing. Mitra Djamal menjelaskan, sebanyak 2.313 peserta yang dinyatakan lolos tersebut tersebar di 35 program studi (prodi) yang ada di Itera, termasuk dua program studi baru yakni Sains Data dan Teknik Perkeretaapian.

Adapun lima prodi dengan pendaftar terbanyak jalur SNMPTN tahun ini, masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni diduduki oleh Prodi Farmasi 938 pendaftar, Teknik Informatika (716), Perencanaan Wilayah dan Kota (381), Teknik Sipil (378), dan Teknik Pertambangan (376).

Baca Juga:   Unila Bakal Kukuhkan 12 Guru Besar

Sedangkan lima provinsi teratas asal pendaftar SNMPTN Itera tahun ini yaitu Provinsi Lampung (57.41%), Sumatera Utara (12.06%), Sumatera Selatan (7.09%), D.K.I. Jakarta (4.89%), dan Jawa Barat (6.05%).

Prof. Dr.-Ing. Mitra Djamal menambahkan, kuota penerimaan mahasiswa baru Itera tahun ini berjumlah sekitar 5.000 mahasiswa baru yang akan diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri. Khusus untuk jalur SNMPTN, jumlah calon mahasiswa yang diterima sebesar 45% dari total mahasiswa baru Itera tahun 2020.

Bagi peserta yang dinyatakan lolos SNMPTN di Itera diminta mengisi data isian mahasiswa (DIM), yang berisi data pribadi, keluarga, dan lainnya pada laman http://dim.itera.ac.id. Jadwal pengisian DIM dan verifikasi online khusus bagi pemilik KIP Kuliah dijadwalkan 23–30 Maret 2021, sementara bagi calon mahasiswa reguler (tidak memiliki KIP Kuliah) dijadwalkan 23 Maret–2 April 2021.

“Data yang diisi harus sebenar-benarnya karena akan menjadi data dan informasi penting selama mahasiswa menjalani perkuliahan di Itera,” ucapnya. (rma/sur)



  • Bagikan