Soal Hotel di Bandarlampung Penuh Jelang Muktamar NU, Ini Penjelasannya

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Hotel-hotel di Bandarlampung penuh saat hendak akan di sewa beberapa tamu dari luar kota, berbarengan dengan rencana pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34 di Lampung. Hal ini disampaikan Wakil Ketua PWNU Lampung Muhammad Irfandi yang dihubungi, Selasa (9/11).

Irfandi mengatakan dirinya sudah menerima informasi dari beberapa waktu belakangan soal penuhnya hotel-hotel di Bandarlampung ini. Padahal, Lampung akan menjadi tuan rumah dalam Muktamar NU yang rencananya akan digelar 23 hingga 25 Desember mendatang.


“Itu ada isu kamar hotel banyak yang (sudah di) booking, jadi kita mau sewa kamar nggak dapet lagi. Padahal Muktamar masih satu bulan lagi dan panitia saja belum terbentuk. Dalam perjanjian awal mestinya setelah terbentuk kita panggil stakeholder kita koordinasikan dan berbicara. Barulah yang mau sewa hotel diperbolehkan,” beber Irfandi.

Namun ternyata sebulan sebelum beberapa hari dari konferensi pers di Jakarta dirinya mendapat kabar bahwa sejumlah hotel di Bandarlampung penuh. Bahkan ada yang menyewa sampai 50 kamar, 80 kamar, hingga 120 kamar dalam satu hotel. Hal ini membuatnya gelisah.

Baca Juga:   Dr. Nuyen Dilantik Jadi Direktur RSJ Daerah Lampung

“Saya selaku wakil ketua ini gelisah dan saya tidak menuduh Kemenag, setelah kami investigasi hotel yang sudah di booking itu banyak yang bilang sudah dipesan katanya dari Kemenag RI. Awalnya dan beberapa tempat sama tapi ada yang bilang juga dari EO Muktamar NU, padahal panitia saja belum di bentuk,” tambahnya.

Hal ini dirasanya dapat menganggu kesiapan Muktamar yang hanya tinggal satu bulan lagi. Pasalnya, Lampung memang mengusulkan diri sebagai tuan rumah dengan seluruh fasilitas yang disediakan. Meskipun rencana acara akan digelar di Lampung Tengah, namun, kamar hotel di Bandarlampung juga menjadi salah satu yang dinilai.

“Namun sekarang ternyata okupansinya dimainkan oleh oknum, bagaimana kita menjadi panitia yang baik sesuai dengan janji ke pemerintah pusat menyatakan bahwa semua lancar tidak ada yang bermain. Harusnya ketika ada oknum yang bermain itu kan tidak di klarifikasi maka orang berfikir ada indikasi sabotase,” tambahnya.

Baca Juga:   Dinkes Ingatkan Masyarakat Tidak Lakukan Rapid Antigen Diluar Faskes Berizin

Apalagi selama nantinya pelaksanaan muktamar, dibutuhkan penginapan untuk tanggal 22 hingga 25 Desember. “Tidak hanya di Bandarlampung ternyata, tapi hal ini juga terjadi di hotel-hotel di Lampung Tengah,” lanjutnya.

Dengan adanya temuan ini, Irfandi berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Sehingga persiapan matang dapat dilakukan tim panitia untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Juanda Naim membantah adanya kegiatan yang akan digelar Kemenag dalam waktu dekat. “Sampai hari ini tidak ada informasi dari pusat terkait adanya kegiatan itu, saya juga kaget terkait hal itu,” beber Juanda.

Juanda mengatakan sebagai pembina organisasi keagamaan, Kemenag mendukung secara profesional akan digelarnya Muktamar ke-34 yang akan dilakukan di Lampung.

“Kan harus dibedakan, Kemenag kan instansi pemerintah sudah ada tugas pokok dan fungsi terkait hal keagamaan. Kalau NU kan ormas, di Lampung akan muktamar, sebagai pembina kami mendukung karena ini momen langka, maka kami sambut tapi sebagai profesional sebagai lembaga ya,” tambahnya. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan