Soal Kasus Caleg PKB, Pengamat: Tidak Sesuai yang Dituduhkan

  • Bagikan
Akademisi Unila Dr. Budiono, S.H., M. H.

Sementara itu, Ketua Aliansi Komunitas Pengemudi Online Lampung (AK-POL) Roby Herdian menyatakan keberatan jika unit kendaraan pribadi milik AK-POL disebut sebagai angkutan umum/publik seperti yang diungkapkan oleh Bawaslu.

’’Pemasangan one way vision oleh anggota kami (AK-POL, Red) adalah bentuk dukungan secara sukarela dari komunitas dan partisipasi terhadap Saudara M. Khadafi sebagai caleg DPR RI dari PKB yang merupakan pembina dari AK-POL,” ujar Roby.


Dia melanjutkan, tidak semua unit kendaraan anggota AK-POL yang melakukan pemasangan one way vision merupakan kendaraan yang terdaftar aktif di aplikasi Grab/Gocar.

Roby kembali menegeaskan, jika AK-POL bukanlah tim pemenangan Khadafi. ’’AK-POL bukanlah tim sukses M. Khadafi. Tetapi kami merasa perlu memberikan dukungan secara sukarela untuk kemenangan Dr.Hi. Muhammad Khadafi karena dia adalah Pembina AK-POL dan beliau merupakan tokoh yang perduli dan ikut memperjuangkan nasib kami sebagai pengemudi online di Lampung,” tambahnya.

Menurutnya sampai saat ini pihaknya berkomunikasi dengan pihak aplikator dan mereka menyatakan bahwa tidak mempermasalahkan pemasangan tersebut selama tidak membawa logo pihak aplikator. ’’Kami sebagai pemilik kendaraan merupakan mitra bukan karyawan aplikator. Karena pihak aplikator hanya penyedia jasa aplikasi saja,’’ tandasnya.

Pihaknya juga, kata Roby siap mentaati aturan dan perundangan yang berlaku. ’’Kami berharap aturan yang sama diterapkan kepada semua caleg yang melakukan pemasangan one way agar tidak ada kesan bawaslu menegakan aturan secara tebang pilih,” pungkasnya. (rma/c1/nui/kyd)




  • Bagikan