Soal OP Migor, Satgasus Lampura Ingatkan Warga Prokes


RADARLAMPUNG.CO.ID – Pelaksanaan pembagian minyak goreng murah dalam operasi pasar, Senin, (21/2) telah melalui koordinasi dengan satuan tugas khusus (Satgasus) Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Hal itu diakui oleh Koordinator Satgasus Kabupaten, Yusrizal Hasan ketika diwawancarai usai giat pasar murah minyak goreng kemasan dikantor dinas perdagangan setempat.





“Ini karena ada miskomunikasi dilapangan, hingga warga membludak. Tapi kami tetap mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan,” ujar Yusrizal.

Bahkan, karena kejadian itu mereka memutuskan untuk menutup sementara operasi pasar yang terindikasi menimbulkan keramaian itu. Dalam menjaga kemanan dan ketertiban, serta menghindari kontak langsung hingga menimbulkan cluster baru.

“Apalagi ini sudah kemana – mana, perkantoran dan lainnya. Sehingga kita melakukan langkah antisipasi membubarkan operasi pasar murah ini,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian itu terjadi karena persiapan yang kurang serta koordinasi yang berlangsung terlalu singkat.

“Kebetulan beliau (kadis) sedang ada acara dirumah juga, hingga koordinasinya berlangsung singkat. Dan ini ketersediaan minyak goreng murah hanya beberapa ratus, sementara yang mengantri jumlahnya ribuan,” terangnya.

Sehingga menimbulkan kejadian itu, dan tim bersama aparat telah berupaya maksimal. Namun, karena antusiasme warga tinggi hingga menyebabkan hal demikian terjadi.

“Kita upayakan kedepannya lebih baik lagi, dengan terus mengintensifkan koordinasi. Khususnya masalah prokes, dalam mengantisipasi kejadi serupa,” ujarnya.

Apalagi disana, saat ini telah masuk kepada level -3 PPKM. Hingga perlu diintensifkan lagi, hingga tak menimbulkan kerumunan kedepannya.

“Sesuai Inbup, kita masuk level – 3 sehingga kembali memperketat prokes dilapangan. Salah satunya ya kegiatan operasi pasar murah ini, jangan sampai ada kerumunan apalagi cluster baru. Kami menghimbau masyarakat tetap patuh melaksanakan 5 M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas,” imbuh Kepala BPBD Lampura, Nozi Efialis. (ozy/yud)