Soal OTT KPK, Mendagri Minta Kepala Daerah Pahami Hal Ini

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengomentari adanya kepala daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teranyar, seperti menimpa Bupati Purbalingga, Tasdi yang ditangkap tangan KPK diduga terkait suap fee proyek.

Kepada awak media usai memberikan kuliah umum soal Pancasila di Aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Tjahjo mengatakan, sulit terkait adanya OTT kepala daerah. Sebab, menurut dia setiap ada OTT kepala daerah dirinya menyatakan ini agar menjadi OTT terakhir, tetapi nyatanya masih terus terjadi.

“Jadi sulit ya, setiap ada OTT saya katakan mudah-mudahan ini yang terakhir kali. Tetapi, kapan terakhirnya? Nyatanya masih ada saja yang terjaring OTT,” ungkap Tjahjo, Selasa (5/6).

Baca Juga:   Oksigen Medis Langka, Stok RSUDAM Hanya Cukup Dua Hari, Sekprov Lampung Kumpulkan Pengusaha

Politikus PDI Perjuangan ini meneruskan, dirinya meminta para kepala daerah agar memahami area rawan korupsi. Hal ini penting agar kepala  daerah tak terlibat dalam praktik korupsi.

“Seharusnya kepala daerah itu memahami area rawan korupsi. Seperti perencanaan anggaran, jual beli jabatan, dana hibah, dana bansos. Hati-hatilah, masak kepala daerah tidak mau memperhatikan area rawan korupsi. Sistemnya dan pengawasan sudah bagus. Kan sudah banyak juga contohnya seperti di Bengkulu, Jambi di Lampung masih ada terus,” pungkasnya. (hen/gus)




  • Bagikan