Soal Siswa Putus Sekolah, Besok Disdikbud Bandarlampung Turun Lapangan

  • Bagikan
MULYADI SYUKRI

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandarlampung akan turun mengecek kebenaran alasan salah satu siswa SD yang putus sekolah karena keterbatasan biaya di masa pandemi virus Corona.

Diketahui, tiga putri Dwi Supriyadi, pengayuh becak di Bandarlampung harus putus sekolah. Dua duduk di bangku SMA. Yakni Dea Ayu Lestari (17) dan Devi Wulansari (14). Seorang lagi, Desti Anindia Kinanti (8), sekolah di SDN 5 Penengahan.


Mereka harus putus sekolah karena biaya dan ketidakmampuan membeli ponsel untuk pembelajaran jarak jauh.

Sekretaris Disdikbud Bandarlampung Eka Afriana melalui Kasi Kelembagaan Mulyadi Syukri mengatakan, besok pihaknya akan turun lapangan.

“Kita akan ke rumah orang tua siswa untuk mengecek penyebab atau cerita putus sekolah. Karena apa. Memang tidak mau sekolah lagi atau hal lain seperti biaya dan sebagainya,” kata Mulyadi Sukri, Kamis (19/8).

Baca Juga:   Bupati Sujadi Ingatkan Prioritas Keselamatan Guru dan Siswa

Jika memang benar siswa tersebut membutuhkan bantuan PIP, maka pihak sekolah harus memasukkan dalam data pokok.

“Tentunya pihak sekolah harus memasukannya ke Dapodik. Mungkin dia tidak sekolah karena pelayanan atau hal lainnya. Kita lihat besok di lapangan seperti apa,” tandasnya.

Sementara, Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Lampung Diona Khatarina belum bisa dikonfirmasi terkait pendidikan dua siswa SMA anak pengayuh becak tersebut. (mel/ais)




  • Bagikan