Soal Siswa Putus Sekolah, Disdikbud Fasilitasi Belajar Luring

  • Bagikan
Dua staf Seksi Kelembagaan Disdikbud Bandarlampung mendatangi kediaman Dwi Supriyadi di Jalan Kiwi, Kedaton, Jumat (20/8). Ini untuk memfasilitasi agar tiga anak Dwi bisa kembali sekolah. FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandarlampung turun langsung menindaklanjuti adanya siswa SD dan SMP putus sekolah karena keterbatasan biaya, Jumat (20/8).

Tim Disdikbud Bandarlampung mendatangi kediaman Dwi Supriyadi di Jalan Kiwi, Kecamatan Kedaton. Tiga anak pengayuh becak ini putus sekolah, karena keterbatasan fasilitas untuk pembelajaran dalam jaringan (daring).


Yakni Dea Ayu Lestari (17), yang sekolah di SMK Bina Mulya: Devi Wulansari (14), di SMP Bina Mulya dan Desti Anindia Kinanti (8), seharusnya naik kelas 3 di SDN 5 Penengahan.

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Disdikbud Bandarlampung meminta sejumlah berkas. Seperti kartu keluarga dan lainnya guna pendataan.

Kasi Kelembagaan Disdikbud Bandarlampung Mulyadi Syukri mengatakan, pihaknya telah melakukan survei dan menanyakan langsung kepada orang tua serta siswa yang sekolahnya terhambat.

Baca Juga:   "Daripada Ngobrol Ngalor-ngidul Nggak Jelas, Mending di Sini"

“Kami kirimkan staf ke sana guna mengencek kondisi. Apakah benar putus sekolah. Ternyata benar, alasannya tidak memiliki biaya untuk membeli HP,” kata Mulyadi Syukri.




  • Bagikan