Soal Tudingan Penyerobotan Lahan, Pengacara Sebut Ada Kesalahan BPN

  • Bagikan

Namun, terus Iwan, sertifikat yang diterbitkan BPN titik letaknya berbeda dan jatuh di lahan milik orang lain yang kemudian melaporkan masalah itu ke pihak kepolisian.

Oleh karena itu, pihaknya meminta BPN mengambil sikap dan mengklarifikasi terkait permasalahan tersebut.

”Kami melihat ada kesalahan tata letak (lahan yang disertifikatkan). Maka kami minta klarifikasi dari pihak BPN,” kata dia.

Dilanjutkan, peristiwa jual beli lahan tersebut memang terjadi. Itu dilakukan pada saat Dasikun menjabat sebagai Peratin Pekon Tanjungsari. Ia juga langsung memfasilitasi untuk penerbitan sertifikat yang diusulkan oleh AR.

”Pak Dasikun, menjadi saksi kunci dalam persitiwa itu. Lahan yang ada (diajukan, Red) sudah pas. Semuanya disaksikan oleh bapak peratin,” sebut dia.

Baca Juga:   Tambah 54 Kasus Baru, Satu Pasien Meninggal

Iwan juga menegaskan tidak ada upaya apapun dari kliennya untuk menyerobot tanah orang lain.

“Tahu tempatnya saja dia tidak. Kalaupun itu (sertifikat, Red) muncul atas nama klien kami, kami minta untuk segera dibenahi. Menginventarisasi kembali, terkait tata letak dan nama,” tandasnya.




  • Bagikan