Soal Tudingan Penyerobotan Lahan, Pengacara Sebut Ada Kesalahan BPN

  • Bagikan

Diketahui, AR dilaporkan ke Satreskrim Polres Lampung Barat atas dugaan pemalsuan dokumen untuk memuluskan upaya dalam menyerobot lahan warga.

Laporan disampaikan Peratin Tanjungsari Sukamto bersama sejumlah orang yang merasa dirugikan secara materil maupun non materil.

Dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan warga tersebut bermula saat tiga warga atas nama Dwi Narto, Boimin dan Misran mengajukan pembuatan sertifiakat Program Nasional Agraria (Prona) pada Juli 2020 lalu.

Saat petugas Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan pengukuran, ternyata lahan tersebut sudah dimiliki oleh AR, seluas satu hektare dengan pembuatan sertifikat mandiri pada 2017 silam. (nop/ais)


Baca Juga:   Terkonfirmasi Covid-19 di Lambar Capai 1.982 Kasus


  • Bagikan