Sopir Tewas Mendadak Saat Kemudikan Bus

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Insiden kecelakaan tunggal terjadi di jalur lintas tengah Sumatera, Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, Kamis (17/5) sekitar pukul 04.50 WIB. Bus BSI bernomor polisi D 7572 AK terperosok ke semak-semak di tepi jalan karena sopirnya meninggal dunia secara mendadak.

Kasatlantas Polres Lamteng AKP Adit Priyanto mewakili Kapolres AKBP Slamet Wahyudi mengatakan, sopir bus tewas diduga karena mengalami serangan jantung mendadak. ’’Ya, subuh tadi kecelakaannya. Bus terperosok ke tepi jalan karena sopirnya diduga terkena serangan jantung mendadak hingga meninggal,” katanya kemarin.

Bus jurusan Tasikmalaya-Palembang itu dikemudikan Wawa Kartiwa (35), warga Padalarang, Jawa Barat. “Bus melaju dari Bandarlampung arah Kotabumi, tiba-tiba hilang kendali meskipun melaju pelan,” ujarnya.

Baca Juga:   Pengusaha Asal Aceh Bantu Rp2 T untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel

Beruntung, kata Adit, semua penumpang selamat. Pasca kecelakaan, seluruh penumpang dipindah ke bus lain. “Penumpangnya semua selamat. Hanya sopirnya yang meninggal. Hasil pemeriksaan medis di RSUD Demang Sepulau Raya sopirnya diduga meninggal karena serangan jantung. Jenazahnya juga sudah dibawa ke rumah duka di Jawa Barat,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Tri Kahono (25), warga Kampung Bangunrejo, Kecamatan Bangunrejo, ditemukan tewas gantung diri oleh kedua orang tua dengan seutas tali tambang di dapur setelah pulang dari salat tarawih. Anak ketiga pasangan Subowo (60) dan Plompo (56) ini diduga mengakhiri hidup karena putus asa penyakit syarafnya tidak sembuh-sembuh.
Peristiwa gantung diri ini dibenarkan Kapolsek Bangunrejo Iptu Saydina Ali.

Baca Juga:   PPKM Level 4 Resmi Berlanjut Hingga 2 Agustus

“Iya, semalam kejadiannya. Ditemukan kedua orang tuanya sepulang dari salat tarawih. Tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Murni bunuh diri karena diduga putus asa sakitnya tak kunjung sembuh,” katanya. (sya/c1/fik/gus)

 




  • Bagikan