Soroti Covid-19 di Lampung, Ini Komentar Menko Perekonomian RI

  • Bagikan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan forkopimda provinsi Lampung saat meninjau posko penerapan Prokes dan posko PPKM Desa Negara Ratu, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (13/8). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) RI  Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito berlangsung dibeberapa titik di Lampung pada Jumat (13/8).

Mulai dari mengecek Posko Kesehatan Desa di Desa Negara Ratu, Natar, Lampung Selatan hingga melakukan Rapat Koordinasi bersama Gubernur Lampung dan Bupati/Walikota di Provinsi Lampung.


Airlangga mengungkapkan, kunjungan ke Lampung salah satunya ialah melihat pelaksanaan penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 di Lampung. Belum lagi, beberapa kasus harian Covid-19 dan kasus kematian Karena Covid-19 di Lampung juga tergolong tinggi.

“Kunjungan kami melihat lapangan pelaksanaan PPKM di Lampung, Lampung juga jadi salah provinsi yang salah satu angka (Covid-19) tinggi. Ini jadi pembahasan dan salah satunya tingkat kematian tinggi ini akan diminta ke pada Pemda untuk konsolidasi data dan mengecek data agar data sesuai dengan yang sesungguhnya,” beber Airlangga.

Airlangga juga meminta Dinas Kesehatan masing-masing daerah untuk menjalankan testing, tracing dan treatment sesuai dengan instruksi Mendagri yang telah terbit.

Baca Juga:   Nilai Ekspor Indonesia Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Perlu dilakukan tracing dengan perbandingan satu kasus konfirmasi Covid-19 maka harus di tracing 15 orang. Tentu dilihat dalam tahap pertama satu berbanding 10 orang dulu. Tapi itu tentu membutuhkan swab antigen banyak, dan gubernur sudah siap menambag jumlah pasokan antigen,” tambahnya.

Meskipun, jika dilakukan peningkatan testing pasti jumlah kasus meningkat. Namun menurut Airlangga jumlah meningkat karena testing artinya menemukan orang yang terkonfirmasi dan hal itu sesuatu yang baik. “Namun itu harus di imbangi ketersediaan rumah sakit, BOR (bed occupancy rate) harus ditekan serendah mungkin dan salah satu menambah konfersi dari rumah sakit biasa menjadi rumah sakit Covid dan targetnya 40%,” tambahnya.

Tetapi diantara itu, masih kata Airlangga, pemerintah juga harus meningkatkan isolasi terpusat seperti konfersi asrama haji, tempat Diklat, di tambah lagi dengan isolasi terpusat dalam bentuk kapal. “Di Makasar sudah melakukan itu, Bitung dalam proses, karena Lampung punya pelabuhan Panjang dan ideal maka itu bisa digunakan. Tadi juga sudah diperjalas bahwa kapal itu bersandar dipelabuhan tidak bergerak. dan kapal ini pembiayaannya sudah dibayar pusat dan kemarin minta dukungan daerah untuk nakes. Namun, apabila diperlukan BNPB pun siap untuk nakes nya. Isolasi terpusat untuk isoman, karena angka kematian itu dari mereka yang isoman, yang telat mendapat intervensi medis dan mereka juga punya komorbid,” tambahnya.

Baca Juga:   Rush Pecah Ban di JTTS, 3 Penumpang Tewas 6 Luka-luka

Sementara persoalan vaksinasi, Airlangga mengatakan Lampung memang berada dibawah angka rata-rata nasional. Maka Pemerintah Pusat bakal kembali mendatangkan 1,5 juta vaksin untuk Lampung. Selain itu, fasilitas oksigen juga ada yang berbasis CSR, dan dari pusat mengirim sesuai rencana tambahan 406 oksigen konsentrat kepada 15 kabupaten/kota dan 17 rumah sakit.

“Tentu vaksinais secara nasional 22% tentu beberapa daerah setara nasional akan kita dorong, kita ketahui bersama sampai juli vaksinasi 90 juta vaksin, Agustus 30 juta. Sehingga Agustus ini akan lebih banyak divaksin di Lampung,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan