Sosialisasi UMK, Disnakertrans Mulai Sambangi Perusahaan

  • Bagikan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mesuji melakukan sosialisasi besaran UMK ke sejumlah perusahaan di kabupaten setempat, Senin (14/1). FOTO DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI MESUJI FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Mesuji mulai mensosialisasikan ketetapan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2019. Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi perusahaan-perusahaan di kabupaten tersebut, kemudian memberikan selembaran serta mengundang pihak perusahaan ke kantor Disnakertrans Mesuji.

Di dalam selebaran yang dibagikan Disnaketrans terdapat beberapa penjelasan terkait UMK. Di antaranya dasar hukum, daftar UMK se-Provinsi Lampung, sanksi perusahaan jika tidak melaksanakan ketentuan UMK, dan syarat serta ketentuan pengajuan penangguhan.

“Sejak ditetapkannya UMK oleh Pemprov Lampung beberapa waktu lalu, kami saat ini mulai lakukan sosialisasi ke perusahaan-perusahaan,” ujar Sekretaris Disnakertras Mesuji Arif Arianto kepada Radarlampung.co.id Senin (14/1).

Diutarakan, di Mesuji ada sekitar 59 perusahaan yang bakal dijadikan objek sosialisasi UMK. Selain jemput bola ke perusahaan, mereka juga mengundang sejumlah perwakilan perusahaan untuk ke kantor Disnaketrans.

Setiap perusahaan, kata dia, wajib membayarkan upah pegawainya sesuai ketentuan berlaku. Apabila tidak, tentu ada sanksi dari pemerintah berupa teguran hingga pembekuan izin. “Namun, membutuhkan mekanisme untuk menerapkan sanksi itu,” jelasnya.

Ketetapan UMK Mesuji tertuang dalam Keputusan Gubernur Lampung nomor G/559/V.07/HK/2018 tentang Upah Minimum Kabupaten di Lampung tahun 2019, yang ditandatangani Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, 21 November 2018.

Dalam surat keputusan gubernur, UMK Mesuji 2019 diputuskan sebesar Rp‎2.385.874. Besaran ini mengalami kenaikan Rp311.200,73 dari besaran UMK tahun 2018 sebesar Rp2.074.673,27. (muk/sur)




  • Bagikan