Sosok Kebanggaan Keluarga Pergi Selamanya

  • Bagikan
Putri tak kuasa menahan kesedihanya saat menghantarkan suaminya ke tempat peristirahatan terakhirnya. Foto Agus Suwignyo/radarlampung.co.id
Putri tak kuasa menahan kesedihanya saat menghantarkan suaminya ke tempat peristirahatan terakhirnya. Foto Agus Suwignyo/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Kepergian Wahyu Aldila (32), korban Lion Air JT-610 menghadap yang maha kuasa kini hanya meninggalkan kenangan. Sosok Kebanggan keluarga itu telah pergi untuk selamanya.

Anak pertama pasangan almarhum Rismadi dan Hj. Nuni Hesti Setianingsih meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, namun juga sahabatnya.

Bagi keluarga, almarhum merupakan tulang punggung. Sejak masih lajang sampai berumah tangga, tanggung jawab pada keluarganya di Pringsewu tak memudar sedikit pun.

Tak hanya membiayai kuliah adiknya, Wahyu juga yang membiayai keberangkatan ibadah Haji orang tuanya. “Orangnya sangat peduli, nggak hanya untuk keluarga tapi juga sahabatnya,” kata Fadil, sepupu Wahyu saat ditemui di rumah duka, Rabu (7/11).

Baca Juga:   Warga Raman Utara Temukan Avanza Tak Bertuan Terperosok ke Saluran Irigasi

Ditambahkan sepupu lainnya Hj. Meliasari, perhatian almarhum pada keluarganya juga begitu besar. Kedua orang tuanya juga di biayai ibadah hajinya. Kemudian juga membiayai kuliah salah satu adiknya. “Juga sedang mengumpulkan material untuk rehab rumah kedua orang tuanya,” jelasnya.

Rasa kehilangan juga dikatakan Anton Nugroz, salah satu sahabatnya Wahyu di Pringsewu. Anton juga mengaku kaget atas meninggalnya teman dekatnya tersebut, mengingat sehari sebelumnya masih sempat berkomunikasi lewat ponsel.

“Wahyu memang penggemar sepak bola. Orangnya peduli teman, bahkan dia sempat mengajak saya menonton pertandingan sepak bola di Jakarta. Dia yang mau menanggung ongkosnya,” tandas Anton. (sag/kyd)




  • Bagikan