Stadion Kalpataru Akan Berlaku Steril dari Kendaraan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembangunan Stadion Mini Kalpataru yang terletak di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung terus dikebut. Stadion ini nantinya akan steril dari kendaraan.

Walikota Bandarlampung Herman HN didampingi pekerja memperkirakan pembangunan telah mencapai 25 persen yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 sebesar Rp6,5 miliar.

“Masih terus berjalan, saat ini baru sekitar 25 sampai 30 persen tahapan pembangunannya,” kata Herman HN, Selasa (10/11).

Menurutnya, stadion mini Kalpataru lebih luas bila dibandingkan dengan stadion mini Waydadi di Kecamatan Sukarame. Dia menargetkan sebelum masa jabatannya berakhir, stadion mini Kalpataru sudah selesai dibangun.

“Diusahakan akhir tahun, kalau tidak sempat itu mungkin Januari, kita anggarkan lagi tahun 2021. Ya, sebelum saya selesai masa jabatan sudah di resmikan,” ujarnya.

Baca Juga:   Pemkot Buka Segel Sujumlah Tempat Makan, Tapi Ada Aja Nih yang Masih "Nyaman" Tersegel

Peresmian stadion mini Kalpataru, pihaknya akan memberlakukan sistem jam khusus olahraga di sekitar area stadion, yaknu antara pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB dan pukul 15.30 WIB hingga 18.00 WIB. Selain itu, area sekitar stadion akan steril dari berbagai kendaraan.

“Karena ini khusus orang jalan kaki saja, karena di dalam stadion ini untuk masyarakat olah raga lari atau segala macam,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandarlampung, Aryawan mengatakan, pembangunan mini merupakan konsen walikota setempat untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) dan sebagai taman bermain bagi anak-anak.

Ariyawan tak menyebutkan, berapa luas dan ukuran stadion itu. Pengerjaannya stadion Kalpataru dilaksanakan pada tahun 2020 melalui tender oleh Dinas Pekerjaan Umum. Yang saat ini akan menelan dana sekira Rp6,7 miliar.

Baca Juga:   Dinkes Sebut Varian Delta Belum Masuk Bandarlampung dan Minta Masyarakat Waspada

Rinciannya, perencanaan dikerjakan CV Widya Kreasi Rp246.972.000 dan pembangunan oleh Zsazsa Abadi Madiri dengan pagu sebesar Rp6.5 miliar.

“Kalau di Kalpataru ini memang lebih menarik, karena di sampingnya ada taman. Beberapa tahun ini, kami cukup konsen dengan pemenuhan fasilitas olahraga,” katanya kepada Radar Lampung, Minggu (26/7). (apr/yud)



  • Bagikan