Stok Vaksin Tahap Kedua Kosong di Lampura

  • Bagikan
Petugas Nakes saat membagikan sertifikat vaksin kepada masyarakat. Foto Dok dinas Kesehatan Lampura For Radarlampung.co.id
Petugas Nakes saat membagikan sertifikat vaksin kepada masyarakat. Foto Dok dinas Kesehatan Lampura For Radarlampung.co.id

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Vaksin dosis tahap kedua kosong di Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampura, dr. Maya Natalia Manan menanggapi keluhan masyarakat yang ingin divaksin disejumlah puskesmas di Kotabumi dan sekitarnya, Jumat, (12/11).


“Memang dibeberapa fasilitas kesehatan yang biasanya melakukan vaksinasi masih kosong, khusus tahap kedua memang diprovinsi saja tidak ada maka kami harus menunggu, “kata dia.

Sementara, menurutnya, dari informasi terakhir telah tersedia untuk dosis tahap pertama. Sehingga berharap kepada puskesmas yang melaksanakan kegiatan dapat segera berkoordinasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk divaksin disana.

“Kalau sinovac belum tersedia, karena disana (provinsi) pun tak ada. Astrazeneca insyallah ada, “terangnya.

Baca Juga:   Dinkes Lampura dan PDI-P Bukitkemuning Gelar Vaksinasi Covid-19

Pihaknya berharap kepada masyarakat untuk bersabar, sebab, pihaknya tidak diam. Tapi terus berupaya bagaimana memenuhi harapan masyarakat, dengan berkoordinasi langsung dengan provinsi.

“Kalau ada pasti kita beritahu, mohon bersabar kami pun sedang mengusahakannya,” ujarnya.

Informasi dikumpulkan dilapangan, masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi mengeluhkan ketidak tersediaan dosis vaksin disana. Seperti nampak di salah satu titik yang menjadi tempat masyarakat divaksin di bilangan Gapura Kotabumi.

“Ini hanya ada 176 untuk dosis tahap kedua, yang ada tahap pertama,” ujar nakes disana.

Disisi lain, warga yang membutuhkan pelayanan mengeluhkan ketersediaan vaksin minim. Sehingga mereka berharap pemerintah dapat memenuhi kebutuhannya.

“Jangan dipersulit, ini warga sudah mau tapi stok vaksinnya enggak ada. Padahal sebelumnya mereka (pemerintah) yang mendorong, kok begini,” ujar Meri (45) salah seorang warga setempat. (ozy/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan