Stunting Sebabkan IQ Anak Menurun

  • Bagikan

Anak dengan BB 10 kg, sebanyak 50-60% energi dipakai untuk perkembangan otak. Bila asupan nutrisinya kurang, maka otak yang akan dikorbankan terlebih dulu. Anak yang ‘baru’ mengalami weight faltering saja bisa mengalami penurunan IQ hingga 3 poin. Bisa dibayangkan betapa banyak penurunan IQ yang mungkin muncul bila anak sampai stunting.

Selain fungsi kognitif terganggu, pembakaran lemak pun terganggu. Sehingga ketika anak diberi makan banyak, mudah terjadi obesitas. Bila ditelusuri, orang yang sekarang mengalami penyakit degeneratif mungkin dulunya stunting,” ujar dr. Damayanti.


Otak dan sinaps-sinapsnya berkembang pesat selama 1.000 hari pertama kehidupan atau hingga anak berusia 2 tahun. “Sampai usia dua tahun, anak tidak boleh kekurangan nutrisi sama sekali, karena dampaknya irreversible,” tegas dr. Damayanti.

Ia melanjutkan, proporsi kebutuhan nutrisi anak berbeda dengan dewasa. Akhir-akhir ini banyak digaungkan mengenai piring makan sehat, di mana piring berisi sayur dan buah. “Itu untuk orang dewasa, bukan untuk anak. Untuk anak, kebutuhannya berbeda,” ujarnya.

Selewat masa ASI eksklusif 6 bulan, selain pemberian ASI, asupan lain yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi adalah MPASI. Komposisi MPASI idealnya juga menyerupai komposisi ASI; harus mengandung karbohidrat, lemak, dan protein.

Sejak awal MPASI hingga usia 2 tahun, ketiga makronutrisi ini harus tercukupi, untuk mendukung pertumbuhan otaknya. Ya, jangan takut memberikan lemak pada si kecil, karena zat ini sangat penting bagi otaknya. Protein utamakan hewani, karena dalam ASI, komposisi protein hewani lebih banyak. “Kandungan asam amino pada protein hewani lengkap,” terang dr. Damayanti.




  • Bagikan