Sudah Divonis Penjara Gegara Selewengkan Beras Subsidi, Mantan Kakam Jadi Terdakwa Lagi

  • Bagikan
Sidang Supratikno mantan Kakam Argomulyo. Foto Anggri Sastriadi/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Supratikno, mantan Kepala Kampung (Kakam) Argomulyo, Banjit Waykanan divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Bandarlampung, lima bulan lalu. Dia terbukti menyelewengkan beras subsidi di tahun 2017. Nah, Kini Supratikon kembali duduk di kursi terdakwa. Dia diduga menyelewengkan beras subsidi di tahun 2018.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marimbun Pangabean dalam dakwaannya menyampaikan, bahwa terdakwa Supratikni selaku penanggung jawab program program Bansos Rastra tahun anggaran 2018.


“Dimana terdakwa ini telah melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara,” katanya, Selasa (9/3).

Untuk itu, perbuatan terdakwa bermula sekitar bulan Februari 2018, saat saksi Yulius selaku koordinator Tim Satgas Rastra Kampung datang kerumah terdakwa seorang diri sambil membawa Daftar Penerima Manfaat 2 (DPM 2).

Baca Juga:   Kasus Korupsi Mantan Bendahara BPBD Bandarlampung, Kejaksaan Tunggu Kelengkapan Berkas Penyidik

“Ketika DPM 2 diserahkan kepada terdakwa, pada saat itu terdakwa memerintahkan kepada saksi Yulius untuk mengurangi jumlah Bansos yang dibagikan pada KPM di masing-masing Dusun. Sehingga jumlah KPM tidak seseuai dengan daftar dalam DPM 2,” kata dia.

Lanjut JPU, sisa dari Beras Raskin yang dikurangi tersebut pada bulan Juli tersebut kemudian diangkut ke mobil pikap. “Ketika kurang lebih memuat 11 karung mobil tersebut pergi, bahwa saksi Najamudin menerangkan dirinya pernah diperintahkan oleh terdakwa untuk menjual beras sisa bansos rastra yang masih disimpan digudang rumah milik terdakwa, namun saksi menolak,” jelasnya.

Oleh karena itu, perbuatan terdakwa telah memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan Negara setidak-tidaknya sebagaimana berdasarkan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp.190.800.000.

Baca Juga:   bjb Solo Local Festival Dorong Generasi Muda Majukan Wirausaha

“Perbuatan terdakwa Supratikno sendiri sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang–Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang dirubah dan ditambah dengan Undang–Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang–Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,” ungkapnya.(ang/wdi)




  • Bagikan