“Sudah Saatnya Jalan Kota Beralih ke Rigid Beton”

  • Bagikan
FOTO ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Proyek tambal sulam jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung disorot Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Di mana, tahun ini Dinas PU menganggarkan Rp8 miliar untuk tambal sulam jalan.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung Wahyu Lesmono, agar jalan yang diperbaiki tidak mudah rusak kembali, jangan lagi dilakukan pengerjaan berupa pengaspalan. Melainkan diubah ke rigid beton. “Sebaiknya aspal sekarang diganti ke rigid beton,” ujar Wahyu kepada Radarlampung.co.id.


Menurutnya, aspal untuk saat ini sudah tidak memungkinkan lagi digunakan. Itu karena semakin padatnya kendaraan yang melintas, serta tingginya curah hujan. “Aspal ini kan mudah rusak terkena air, kalau musim hujan mulai banyak yang berlubang,” ungkapnya.

Baca Juga:   Tanggapi Polemik Tunggakan BPJS Koperasi TKBM, KSOP Panjang Gelar Mediasi

Maka dari itu, dirinya mendesak pengalihan dari aspal ke rigid beton. Sehingga struktur jalan kota lebih tahan lama. “Contoh jalan tol  semuannya sudah rigid beton jalannya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa jalan, baik jalan lingkungan maupun protokol yang ada di Kota Tapis Berseri mengalami kerusakan atau berlubang. Sebut saja, di jalan protokol Raden Intan ada beberpa jalan yang berlubang, kemudiam di jalan lingkungan Kelurahan Kampung Baru, lalu beberpa jalan lainnya pun banyak yang berlubang dan tergenang air saat hujan.

Kepala Dinas PU Bandarlampung Iwan Gunawan menuturkan, pihaknya saat ini tengah melakukan tambal sulam jalan yang ada di Kota Tapis Berseri. Untuk anggaran yang disiapkan pada pengerjaan tambal sulam jalan di 2019 sendiri DPU menganggarkan Rp8 miliar.

Baca Juga:   Selama PPKM Level 3, di Bandarlampung Dilarang Gelar Resepsi Pernikahan

“Anggaran Rp8 miliar itu digunakan untuk tambal sulam di 20 kecamatan yang ada di kota ini,” tandasnya. (pip/sur) 





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan