Sulam Jelujur Pesawaran Dipamerkan Hingga Afrika Selatan

  • Bagikan
Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari bersama Ketua Dekranasda Pesawaran Nanda Indira dan Bupati Dendi Ramadhona melaunching Sulam Jelujur. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bupati Dendi Ramadhona berharap dengan dilaunchingnya sulam jelujur Pesawaran mampu memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sulam jelujur Pesawaran ini merupakan kolaborasi karya antara para pelaku kreatif seperti desainer, desain produk dengan para perajin sulam jelujur, perajin tapis, komunitas kreatif dan pemuda desa,” kata Dendi dalam launching tenun Pesawaran Sulam Jelujur Lampung tahun 2021 di Taman Andan Jejama Pesawaran, Senin (25/10).


Dendi menjelaskan, sulam jelujur berawal pada Desember 2017 yang mengangkat sejarah transmigrasi pertama di Indonesia pada 1905 yang terjadi di Pesawaran.

Dengan cerita dan latar belakang transmigrasi Lampung 1905 tersebut, terwujudlah sulam jelujur hingga mendapatkan kesempatan dan kerjasama pada 2018 dengan pihak seniman dan Pemerintah Nederlands untuk menciptakan hasil karya dari sulaman yang di pajang di Station Central Metrohal Nederlands dan Museum Textile Amsterdam.

Baca Juga:   Destinasi Wisata Dibuka, Tetap Terapkan Prokes!

“Selain itu, pada 2019 sulam jelujur mendapatkan kesempatan untuk tampil pada fashion show dan pameran di Afrika Selatan,” ucapnya.

Dendi mengungkapkan, hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bahwa karya dari tangan para perajin di Pesawaran yang kaya akan adat istiadat dan budaya dapat hadir pada even  internasional.

“Harapannya, sulam jelujur dan kain tapis dapat dikenal masyarakat internasional dan sebagai ajang promosi dari karya para perajin ke masyarakat internasional. Produknya juga bisa memasuki pasar internasional untuk meningkatkan ekonomi para perajin,” tegasnya. (ozi/ais)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan