Sungai Mayus Meluap, Belasan Jembatan Rusak, Warga Mengungsi

  • Bagikan
Tim gabungan dibantu warga membersihkan puing-puing akibat banjir yang disebabkan meluapnya air dari sungai Mayus, Kecamatan Pagardewa, Sabtu (16/2). FOTO ISTIMEWA
Tim gabungan dibantu warga membersihkan puing-puing akibat banjir yang disebabkan meluapnya air dari sungai Mayus, Kecamatan Pagardewa, Sabtu (16/2). FOTO ISTIMEWA

radarlampung.co.id – Banjir yang terjadi di Kecamatan Pagardewa, Lampung Barat, Kamis malam (14/2) menyisakan sejumlah kerusakan. Mulai dari jembatan hingga kebun kopi yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Mayus.

Salah seorang tokoh masyarakat Tri Budi Wahyuni mengatakan, hujan deras menyebabkan banjir bandang di kawasan tersebut. Ini terjadi setelah Sungai Mayus meluap.


”Pagi harinya, warga baru melihat sarana di sepanjang sungai rusak. Bentangan kayu-kayu besar hampir menutupi badan sungai,” kata Tri, Sabtu (16/2).

Tri yang juga anggota DPRD Lampung Barat melanjutkan, berdasar hasil pendataan sementara, untuk Pekon Sidomulyo, jembatan yang yang terseret arus sungai mencapai 13 unit. Kemudian perkebunan kopi warga di sepanjang aliran sungai longsor. Beberapa puluh hektare belum terpantau.

Baca Juga:   Bakso Son Haji Sony Siap Kooperatif Penuhi Permintaan Pemkot

Selanjutnya kincir listrik yang menjadi sumber energi penerangan warga hanyut. Jaringan air bersih rusak. Belum lagi akses jalan lainnya.

”Bahkan di Pemangku Sidomurni, sekitar 10 kepala keluarga mengungsi karena tanah pemukimana turun beberapa centi. Khawatir tanah akan bergeser,” sebut dia. Banjir juga berdampak hingga Pekon Sidodadi. Namun apapratur pekon belum bisa dihubungi.

Sementara tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar dipimpin Kabid Penanggulangan Bencana Aliyurdin meninjau lokasi banjir, Sabtu (16/2). Namun belum diketahui data pasti kerusakan.

Tim Pramuka SMAN 1 Pagardewa juga turun ke lapangan membantu membersihkan puing-puing yang masih menutupi aliran sungai. “Alhamdulilah, tidak ada korban jiwa. Tapi secara materi, masyarakat kena dampaknya,” kaa pembina Pramuka SMAN 1 Pagardewa Haidir Ali. (ius/ais)




  • Bagikan