Suntik Vitamin C, Apa Efek Sampingnya?

  • Bagikan

Salah satu cara yang sering ditempuh untuk mendapatkan warna kulit yang lebih putih adalah dengan melakukan suntik vitamin C, yang biasanya disertai dengan gluthatione. Padahal, pemberian vitamin C melalui injeksi tanpa indikasi medis dan pengawasan dokter sangat tidak disarankan. Tindakan ini dapat mengakibatkan berbagai efek samping bagi tubuh.

Selain untuk memutihkan kulit, suntik vitamin C juga sering dikatakan dapat membuat tubuh terasa segar, sebagai versi lebih kuat dari minum suplemen vitamin C setiap hari. Padahal, sebagai komponen mikronutrien, vitamin C hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit. Sisanya akan dibuang bersama zat lain dalam urine.


Memang ada beberapa manfaat yang terbukti dari suntik vitamin C, serta beberapa kondisi medis yang mengindikasikan bagi seseorang untuk mendapatkan prosedur ini. Kondisi tersebut di antaranya seperti gangguan perdarahan, defisiensi vitamin C, dan lain-lain.

Manfaat injeksi vitamin C dosis tinggi lainnya adalah sebagai salah satu kombinasi terapi kanker, yang tentunya harus dilakukan sebagai salah satu bagian dari rencana terapi di bawah pengawasan ketat dari dokter.

Efek samping suntik vitamin C

Pemberian injeksi vitamin C akan membuat kadar vitamin C yang tersirkulasi dalam darah menjadi lebih tinggi. Hal ini tentunya memiliki efek tertentu dalam tubuh selain munculnya kondisi-kondisi medis yang menjadi kontraindikasi pemberian vitamin C melalui injeksi.

Pelaksanaan prosedur oleh tenaga yang tidak kompeten tentunya sering membuat hal-hal seperti kontraindikasi medis menjadi luput dari pehatian. Kontraindikasi untuk injeksi vitamin C tersebut misalnya seperti anemia tertentu, kehamilan, dan ibu menyusui.

Pada ibu hamil misalnya, vitamin C dalam bentuk asam askorbat yang biasa digunakan dalam prosedur ini dapat menyebabkan gangguan konsentrasi darah di tali pusar. Kondisi ini tentunya akan memengaruhi kesehatan ibu dan janin.

Pemberian vitamin C dosis tinggi melalui injeksi juga dapat memicu terbentuknya batu ginjal, sehingga menyebabkan kerusakan ginjal dan saluran kencing. Meskipun vitamin C tergolong non-toxic atau tidak beracun, efek samping overdosis vitamin C juga dapat timbul seperti sakit kepala, mual muntah, dan kram perut.

Pemberian vitamin C lebih dari 1 gram per hari juga dapat menyebabkan diare. Suntik vitamin C tetap harus dilakukan oleh tenaga medis profesional dan atas dasar indikasi medis yang sesuai. Sehingga manfaat dan efek sampingnya bisa diperhitungkan dan dipertanggungjawabkan.

Karena itu, berhati-hatilah menanggapi maraknya tawaran layanan suntik vitamin C atau vitamin lainnya yang ada di pasaran. Jika Anda ingin melakukannya, pastikan datang ke layanan kesehatan untuk mendapatkan prosedur yang sesuai dengan kebutuhan Anda. (jpn/ynk)




  • Bagikan