Surati Kapolda, Peradi Minta Advokat yang Ditahan Dibebaskan

  • Bagikan
Antoni Silo saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Graha Jurnalis Polda Lampung. Foto Anca/RADARLAMPUNG.CO.ID 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dewan Piminan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menyurati Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto. Surat tersebut dilayangkan kemarin (18/2) melalui Sekretariat Umum (Setum) Polda Lampung. Intinya, Peradi meminta DS advokat yang ditahan Polresta Bandarlampung.

Kepala Bidang Pembelaan Profesi Advokat Peradi Antoni Silo menjelaskan, sejatinya pihaknya ingin menemui langsung kapolda. Sayang, di waktu bersamaan kapolda sedang menerima tamu kunjungan anggota Komisi III DPR RI.


“Kami hanya kirimkan surat ke Kasetum Polda Lampung Kompol Sigalingging. Kita berharap surat itu segera disampaikan,” jelasnya Antoni di Graha Jurnalis Polda.

Inti poin surat itu kata Antoni yakni meminta penahanan yang diduga dilakukan di luar prosedur oleh Polresta Bandarlampung. “Kami meminta DS rekan kami yang ditahan dibebaskan karena penangkapan dan penahanannya sebagai advokat di luar prosedur,” katanya.

Baca Juga:   Bobol Minimarket, Pelaku Sempat Santai Hisap Rokok di Dalam TKP

Harusnya, kata Antoni, jika ada laporan polisi, penyidik memanggil terlebih dahulu DS untuk diklarifikasi, barulah statusnya dinaikan menjadi saksi. Namun, apabila ada bukti serta unsur, maka ditetapkan menjadi tersangka lalu ditahan jika ditakutkan melarikan diri. Namun hal itu kata Antoni tidak dijalani. “Ia (DS) langsung dijemput di kantornya pada 5 Februari,” sambungnya.

Sebagai advokat, menurunnya polisi seharusnya mengirimkan surat ke organisasi advokat yakni Peradi. “Prosedur pemanggilan advokat itu harusnya melalui organisasinya, DPC Peradi. Dan tidak ada surat panggilan yang masuk ke DPC Peradi,” ungkapnya.

Melalui surat itu, pihaknya berharap Kapolda bisa memerintahkan Kapolresta agar penanganan yang dilakukan kepada DS sesuai prosedur.

“Kami minta kapolda memerintahkan kapolres balik ke prosedur. Kan ada prosedurnya, ada peraturan Kapolri dan KUHAP yang mengatur itu,” bebernya.

Baca Juga:   Tokonya Dimasuki Pencuri, Ini Sikap Influencer dr. Tirta

Ditanya apakah Peradi akan mengajukan praperadilan, Antoni mengaku belum menyiapkan langkah itu. Pihaknya masih fokus ingin membebaskan DS. Dalam kunjungan itu, Antonio didampingi MH Siringo-Ringo dan Rutan Daulay serta advokat dari DPC Peradi Bandarlampung, Rozali Umar. (nca/sur)




  • Bagikan