Sutradara Bohemian Rhapsody Tersandung Kasus Pelecehan Seksual

  • Bagikan

radarlampung.co.id-Ironi menimpa sutradara fim Bohemian Rhapsody, Bryan Singer. Bryan baru saja mendapat lima nominasi Oscars. Diantaranya kategori Best Picture. Namun, Singer kini tersandung masalah. Dirinya menghadapi tuduhan pelecehan seksual.

Dilansir dari JPNN, rabu waktu setempat (23/1), The Atlantic memuat laporan tentang empat pria yang belum pernah berbicara di hadapan publik terkait tuduhannya kepada Singer. Keempatnya berusia 18 tahun ketika diduga dilecehkan oleh Singer. Laporan tersebut ditulis Alex French dan Maximillian Potter, penulis dan editor Esquire.

Singer membantah hal tersebut melalui sebuah statement. ”Majalah Esquire pernah bersiap untuk menerbitkan sebuah artikel yang ditulis seorang jurnalis homofobia yang memiliki obsesi aneh terhadapku sejak 1997,” tutur Singer.

Dia menambahkan, Esquire kemudian batal menerbitkannya karena kurangnya sumber kredibel dari tulisan tersebut. ”Itu tidak menghentikan penulisnya dengan menjualnya ke The Atlantic. Sangat menyedihkan bahwa The Atlantic tunduk pada standar integritas jurnalistik yang rendah ini,” imbuhnya dikutip dari JPNN .

Tulisan itu rupanya membuat Bohemian Rhapsody dihapus dari semua nominasi GLAAD Awards. Penghargaan tersebut diselenggarakan GLAAD, sebuah organisasi pemantau media nonpemerintah Amerika yang didirikan kalangan LGBT di bidang media.

‘Tanggapan Singer terhadap cerita tersebut secara keliru menggunakan ‘homofobia’ untuk mengelak dari tuduhan kekerasan seksual,” tulis GLAAD dalam sebuah pernyataan.

Singer telah dipecat dari Bohemian Rhapsody pada 2017 saat pekan terakhir syuting. Meski begitu, pemecatan Singer kabarnya tidak berhubungan dengan kasus pelecehan seksual tersebut.

20th Century Fox selaku perusahaan produksi menilai Singer bersikap tidak profesional selama bekerja dan bentrok dengan Rami Malek, pemeran utama. Posisinya sebagai sutradara dilanjutkan Dexter Fletcher. Sesuai peraturan Directors Guild of America (DGA), nama Singer harus tetap ditulis sebagai sutradara.

Kasus itu bisa jadi menurunkan kans Bohemian Rhapsody sebagai pemenang kategori Best Picture Academy Awards mendatang. (net/wdi)




  • Bagikan