Syeh Asal Palestina Imami Salat di Masjid Darul Fattah

  • Bagikan
Ustadz Asep Abdullah, Ketua Bidang Dakwah Masjid Darul Fattah. Foto ist

radarlampung.co.id- Masjid Darul Fattah di Jalan kopi Gedungmeneng Bandarlampung akan menyelenggarakan kajian rutin usai salat subuh hingga terbitnya matahari di sepuluh terakhir di Bulan Ramadan atau I’tikaf.

Ketua Bidang Dakwah Masjid Darul Fattah Ust Asep Abdullah menjelaskan, selama sepuluh terakhir di Bulan Ramadhan, di Masjid Darul Fattah akan menyelenggarakan kajian rutin keislaman usai Shalat Shubuh. Kajian tersebut direncanakan akan diisi oleh tiga ustadz.

“Jadi, saat I’tikaf, kita rencanakan akan mengadakan kajian rutin keislaman. Ada tiga ustdz yang rencananya akan mengisi kajian tersebut, termasuk saya. Nah, kebetulan nanti juga di masjid kita mendapatkan kesempatan untuk diimami oleh Syekh dari Palestina, Syekh Nemer Abu Raas pada 25 Mei mendatang,”ujarnya, Selasa (7/5).

Baca Juga:   Dcab Id Lampung bersama Fastron Pelumas Pertamina Salurkan Paket Program Semesta Berbagi

Ia mengungkapkan, untuk memaksimalkan ibadah Ramadhan dengan berbagai macam ibadah, pihaknya mencari cara bagaimana untuk mengoptimalkan malam-malam Ramadan dengan salat tarawih bersama dengan ada sesuatu yang unik.

“Jadi kami mengonsep, satu malam tarawih, satu juz. Jadi, untuk satu malam satu juz itu, Masjid Darul Fattah yang mengawalinya, sekitar 6 sampai 7 tahun yang lalu, dan sampai sekarang masih dilaksanakan,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, pihaknya juga mempunyai standar untuk setiap yang menjadi imam, dengan berpesan, jangan membuat jamaah capek di awal.

“Maksudnya, di satu rakaat, imam membaca satu sampai dua lembar. Jadi, stabil, dari awal sampai akhir. Tidak membuat jamaah capek di awal. Kemudian, untuk imam, dari Darul Fattah juga ada, kami juga mengundang imam dari luar, intern dan ekstern. Tarawih kita 8 rakaat, dan 3 rakaat witir, dari jam 19.30 hingga selesai sekitar 21.30,” terangnya.

Baca Juga:   Ingin Sajian Berbeda Saat Lebaran? Yuk Coba Menu-menu Berikut Ini 

Selain itu, Masjid Darul Fattah yang baru dua tahun menggunakan bangunan baru ini juga mengadakan Ifthor Jama’i, yaitu buka bersama dengan melibatkan warga sekitar, dan Keluarga besar Yayasan Darul Fattah.

“Ya tujuannya untuk menjalin ukhuwah Islamiyah, sekaligus memanfaatkan moment untuk mengambil Sunnah,”tukasnya. (rur/wdi)





  • Bagikan