Syukuran Arab Hays

  • Bagikan

Sudah pukul 10 malam. Jadwal saya tidur.


Saat melewati dapur, anak muda vacuum cleaner itu mencegah. Saya tidak boleh pulang. ”Anda harus ikut makan malam,” katanya.

Lho. Tadi itu apa? Dalam hati. Anak muda itu ternyata lagi nunggui drum steinless. Di dapur. Ada sedikit uap mengepul dari dalamnya. Dia buka tutupnya: ampuuuun. Kambing!

Daging kambing yang sedang direbus. Berbongkah-bongkah. Ternyata ada semacam sarang yang bisa diangkat dari dalam drum itu. Daging kambingnya di sarang itu.

Setelah diicipi ternyata belum masak. Dibalikkan ke dalam drum lagi. Airnya mendidih. Sudah pukul 11 malam. Mahasiswa asal Arab lainnya berdatangan. Total ada 20 orang. Makannya, kambingnya satu drum.

Baca Juga:   Orang Tua dr.Restu Pamanggih Sempat Shock dengar Kabar Anaknya

Saya terus mendengarkan mereka ngobrol. Sambil mengingat-ingat pelajaran bahasa Arab di pesantren dulu. Tiba-tiba orang tua itu berdiri: azan. Yang hadir pun sigap: bikin barisan. Mereka akan salat isya. Pukul 11.15.

Saya bingung: tadi sudah salat isya sendiri. Haruskah ikut berjamaah? Saya putuskan berwudlu. Ikut mereka.

Setelah itu barulah persiapan makan malam. Kambing bergumpal-gumpal diangkat dari drum. Tidak ada lagi kuahnya. Setengah kering.




  • Bagikan