Taati Prokes ! Wisma Haji Lampung Disiapkan Antisipasi Bertambahnya Kasus Covid

  • Bagikan
Kepala Diskes Lampung Reihana. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pemprov Lampung menyiapkan Wisma Haji Rajabasa sebagai tempat isolasi yang disiapkan jika ada kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 di Lampung.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana mengatakan Wisma Haji sebagai antisipasi jika ada kenaikan kasus konfirmasi Covid-19. “Tempat tidur kita berusaha menambah, kita juga sudah menyiapkan wisma Haji, tapikan tidak hanya tempat tidur. Kami juga harus menyiapkan SDM dan alkesnya,” jelas Reihana.

Nantinya, Wisma Haji sebagai tempat isolasi pararel dengan rumah sakit terdekat nantinya. Artinya ada keterkaitan antara isolasi di Wisma Haji dan rumah sakit terdekat.

“Makanya ketika kita mau buka wisma haji ya itu merupakan pararel dari RSUDAM atau RS yang kita pilih. Jadi bisa SDMnya diambil dari situ, obat-obatan juga bantuan dari rumah sakit. Jadi tidak berdiri sendiri. Penambahan SDM nggak ada, tapi kita juga minta penambahan dari FK Unila. Ya tapi tidak sembarangan, ya harus minimaal KOAS,” jelas Reihana.

Baca Juga:   Mobil Vaksin Keliling Bakal Layani di Tiga Daerah Ini

Sementara pada Minggu (27/6) terjadi peningkatan kasus, sebanyak 235 kasus baru Covid-19 di Lampung. Reihana mengungkapkan hal tersebut merupakan hasil Perluasan test yang dilakukan di semua puskesmas.

“Penambahan kasus 235 itu, kami mengkajinya melakukan perluasan testing. Jadi harusnya kan satu puskesmas melakukan testing sebanyak 30 orang, kita ada 311 puskes. Bayangkan kalau semua melakukan perluasan testing maka akan lebih banyak. Kalau kita lebih cepat menemukan bisa kita intervensi seawal mungkin sehingga mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Kedua, ada penambahan data dari hasil tes Rapide tes antigen. Di mana sebelumnya tidak diberlakukan.

“Sebelumnya Rapide tes antigen tidak masuk dalam NAR. Sekarang masuk, oleh karena itu, penambahan akan lebih banyak. Maka kami sampaikan tidak perlu panik dengan penambahan kasus, karena pasti kasus baru tengah dirawat atau isolasi mandiri. Tapi kita harus temukan, tidak boleh disembunyikan,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan